Putin Ajukan Rencana Reformasi ke Parlemen Rusia, Bakal Perpanjang Kekuasaan?

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 21 Januari 2020 - 09:47 WIB
Putin Ajukan Rencana Reformasi ke Parlemen Rusia, Bakal Perpanjang Kekuasaan?

Presiden Vladimir Putin menyatakan akan merombak sistem politik Rusia. (FOTO: AFP Photo / Mikhail KLIMENTYEV)

MOSKOW, iNews.id - Presiden Rusia Vladimir Putin mengajukan paket amandemen konstitusi ke Parlemen Rusia, Senin (20/1/2020). Putin mengumumkan paket ini sepekan setelah mengumumkan rencananya mereformasi sistem politik Rusia.

Rancangan Undang-undang (RUU) ini juga sudah bisa dilihat di situs the lower house State Duma. RUU Ini mengusulkan perubahan termasuk transfer kekuasaan dari kepresidenan.

Dilaporkan AFP, Selasa (21/1/2020), reformasi ini bertujuan memperkuat parlemen agar bisa menunjuk Perdana Menteri (PM) dan juga membatasi periode presiden Rusia nantinya.

Ada spekulasi bahwa reformasi ditujukan untuk memungkinkan Putin tetap berkuasa ketika masa jabatan Kremlin keempatnya berakhir pada 2024. Sekelompok pakar dan tokoh populer dibentuk untuk mempelajari proposal RUU ini, sementara Putin berjanji memberikan suara publik pada amandemen tersebut.

Putin mengumumkan rencana reformasi sistem politik ini pada Rabu (15/1/2020) lalu. Dalam pidatonya, dia mendorong pemerintah untuk segera mengundurkan diri.

Menurut Deutsche Welle, Putin mengajukan nama calon penggantinya, Mikhail Mishustin. Pada Kamis (16/1/2020), majelis rendah Rusia menetapkan dia sebagai Perdana Menteri baru.

Di luar negeri, hampir tidak ada orang yang mengenal siapa Mishustin. Sedangkan Dmitry Medvedev diangkat sebagai Ketua Dewan Keamanan.

Editor : Nathania Riris Michico