Putra Osama bin Laden Penerus Al Qaeda Dilaporkan Tewas, Trump Enggan Komentar

Anton Suhartono ยท Kamis, 01 Agustus 2019 - 10:05 WIB
Putra Osama bin Laden Penerus Al Qaeda Dilaporkan Tewas, Trump Enggan Komentar

Hamza bin Laden (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Putra Osama bin Laden yang ditunjuk sebagai penerus kepemimpinan Al Qaeda, Hamza, dilaporkan tewas.

Menurut laporan NBC News, tiga pejabat militer AS mendapat informasi bahwa Hamza bin Osama terbunuh, namun tak menyebutkan waktu dan tempatnya.

Sementara itu The New York Times, mengutip pernyataan dari dua pejabat melaporkan, Hamza tewas dalam 2 tahun terakhir saat operasi militer yang di dalamnya turut melibatkan pasukan AS.

Namun Presiden Donald Trump enggan memberikan komentar terkait laporan media tersebut.

"Saya tak mau berkomentar soal itu," ujarnya singkat di Ruang Oval, Gedung Putih, seperti dikutip dari AFP, Kamis (1/8/2019).

Kedua laporan menyebut Hamza kemungkinan meninggal sebelum Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengumumkan sayembara senilai 1 juta dolar AS untuk kepalanya pada Februari 2019.

Hamza merupakan anak ke-15 Osama bin Laden dari istri ketiga. Osama memiliki 20 anak dari beberapa istri.

Tak ada yang tahu persis berapa usia Hamza, namun diperkirakan sekitar 30 tahunan.

Menurut keterangan Deplu AS saat mengadakan sayembara, pria yang dijuluki 'putra mahkota jihad' itu beberapa kali mengeluarkan pesan audio dan video yang menyerukan serangan terhadap AS dan negara-negara lain, terutama untuk membalas atas kematian ayahnya di Abbottabad, Pakistan, pada Mei 2011.

Beberapa dokumen yang disita dalam penggerebekan di Abbottabad menunjukkan, Hamza dipersiapkan sebagai pewaris kepemimpinan Al Qaeda.

Pasukan AS juga menemukan video pernikahan Hamza dengan putri pejabat senior Al Qaeda lainnya yang diyakini berlangsung di Iran.

Keberadaan Hamza tidak pernah diungkap. Namun beberapa laporan mengungkap, dia diyakini berada di tahanan rumah di Iran. Laporan lain Hamza mungkin tinggal berpindah-pindah, yakni di Afghanistan, Pakistan, dan Suriah.


Editor : Anton Suhartono