Raja Salman Lantik Wakil Menteri Perempuan Pertama di Saudi

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 27 Februari 2018 - 09:44 WIB
Raja Salman Lantik Wakil Menteri Perempuan Pertama di Saudi

Perempuan Arab Saudi (Foto: Reuters)

RIYADH, iNews.id - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud merombak beberapa posisi di militer dan kementerian. Untuk pertama kali, seorang perempuan diangkat menjadi wakil menteri.

Dilansir Reuters, Selasa (27/2/2018), Raja Salman melakukan reformasi besar-besaran, terutama dalam bidang strategis, seperti ekonomi dan keamanan dengan mengangkat pejabat-pejabat muda.

Menurut pernyataan kerajaan yang diterbitkan oleh media pemerintah, salah seorang yang diangkat adalah Jenderal Fayyad bin Hamed Al Ruwayli sebagai kepala staf militer.

Al Ruwayli menggantikan kepala staf sebelumnya yang telah pensiun. Nama-nama lain juga mengisi posisi baru di bidang pertahanan udara dan darat.

Beberapa nama deputi baru di kementerian ekonomi dan keamanan serta beberapa wali kota juga ditunjuk oleh Raja Salman, termasuk Tamadur binti Youssef Al Rama sebagai wakil menteri tenaga kerja. Ini merupakan jabatan senior yang langka untuk seorang perempuan di kerajaan yang sangat konservatif.

Kebijakan itu juga termasuk pengangkatan tiga deputi gubernur dari kalangan keturunan Pangeran Ahmed, Talal dan Muqrin, saudara Raja Salman. Beberapa di antara mereka merasa dikesampingkan oleh perubahan baru yang dibuat oleh Raja Salma sejak dia memegang takhta pada 2015.

Salah satu dari mereka, wakil gubernur baru Provinsi Asir, Pangeran Turki bin Talal, adalah saudara dari miliarder Pangeran Alwaleed bin Talal, yang ditahan oleh komite anti-korupsi Arab Saudi sejak November lalu dan baru dibebaskan bulan ini.

Pemerintahan Arab Saudi melakukan perubahan besar di bawah kepemimpinan Putra Mahkota berusia 32 tahun, Mohammed bin Salman, yang meroket ke puncak kekuasaan setelah ayahnya menjadi raja. Raja Salman, ayah Mohammed bin Salman, memegang peranan penting di sektor ekonomi dan sosial setelah kematian Raja Abdullah pada 2015.

Raja Salman diketahui populer di kalangan pemuda Saudi, yang menjadi mayoritas penduduk di sana. Namun pendekatannya yang tidak konvensional membuat beberapa pihak kesal, termasuk kudeta istana musim panas lalu di mana dia mendorong sepupunya untuk menjadi pewaris takhta.


Editor : Anton Suhartono