Rakyat Hong Kong Diusulkan Dapat Hadiah Nobel Perdamaian 2020

Anton Suhartono ยท Rabu, 16 Oktober 2019 - 18:36 WIB
Rakyat Hong Kong Diusulkan Dapat Hadiah Nobel Perdamaian 2020

Aksi unjuk rasa warga Hong Kong saat menentang RUU ekstradisi (Foto: AFP)

OSLO, iNews.id - Seorang politikus Norwegia mengusulkan agar 'Rakyat Hong Kong' mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian 2020. Jutaan warga Hong Kong berunjuk rasa sejak Juni 2019 untuk menentang RUU ekstradisi serta menentang peran China yang lebih dalam ke kota semiotonomi itu.

Aktivis pro-demokrasi menilai kebebasan di Hong Kong sedang dikikis oleh pemerintahan Beijing, hal ini bertentangan dengan kesepakatan saat penyerahan kota itu dari Inggris kepada China pada 1997.

Anggota parlemen Norwegia Guri Melby, dalam cuitan Selasa (15/10/2019) mengatakan, rakyat Hong Kong berhak atas Hadiah Nobel Perdamaian 2020 karena keberanian mereka.

"Saya mengusulkan rakyat Hong Kong, yang setiap hari mempertaruhkan nyawa dan keamanan mereka untuk memperjuangkan kebebasan berbicara dan demokrasi, untuk mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian 2020," kata Melby, seperti dilaporkan kembali AFP, Rabu (16/10/2019).

Dalam wawancara dengan surat kabar Aftenposten, Melby menjelaskan apa yang dilakukan rakyat Hong Kong berdampak besar, tak hanya di kota itu, tapi juga kawasan bahkan seluruh dunia.

Namun usulan ini tampaknya akan membuat China marah. Berkaca dengan peristiwa pada 2010, di mana keputusan Komite Nobel saat itu membuat telinga pejabat China marah yakni memberikan penghargaan kepada pembangkang China yang dipenjara Liu Xiaobo.

Meskipun anggota Komite Nobel independen dari pengaruh pemerintah Norwegia, China tetap membekukan hubungannya dengan negara Skandinavia itu, termasuk menangguhkan negosiasi perjanjian perdagangan bebas serta memblokir impor ikan salmon.

Hubungan kedua negara baru membaik pada Desember 2016, setelah Oslo berkomitmen tidak mendukung tindakan yang merusak kepentingan China.

Hadiah Hobel Perdamaian 2019 jatuh kepada Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed. Dia dianggap berjasa menyelesaikan konflik selama 20 tahun dengan negara tetangga Eritrea. Semangat perdamaian yang digulikan pemimpin Ethiopia termuda itu juga berimbas bagi kawasan.

Tahun ini Komite Nobel menerima 301 nama dan kelompok yang diusulkan untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Abiy mengalahkan calon kuat yakni aktivis lingkungan asal Swedia Greta Thunberg.

Editor : Anton Suhartono