Ratusan Pekerja Maroko Diterbangkan ke Corsica, Panen Jeruk sebelum Busuk akibat Covid

Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 08 Oktober 2020 - 19:42 WIB
Ratusan Pekerja Maroko Diterbangkan ke Corsica, Panen Jeruk sebelum Busuk akibat Covid

Pohon jeruk clementine berbuah ranum di Pulau Corsica, Prancis. (Foto: AFP)

PARIS, iNews.id – Ratusan pekerja atau buruh tani Maroko akan diterbangkan ke Corsica minggu ini. Pasalnya, para petani penghuni pulau milik Prancis di Laut Mediterania itu tengah berlomba untuk menyelamatkan panen jeruk clementine mereka di tengah pembatasan akibat wabah virus corona.

Dengan ditutupnya perbatasan luar Uni Eropa karena pandemi Covid-19, para petani di Eropa Selatan mendapati diri mereka kehilangan pekerja musiman dari Afrika Utara, salah satunya Maroko. Para pekerja itu biasanya bermigrasi ke utara setiap tahun untuk memetik buah dan sayuran yang ditanam petani Eropa.

Para petani Corsica, yang takut melihat buah jeruk mereka membusuk di pohon, telah menyewa lima penerbangan untuk menerbangkan 902 pekerja Maroko. Langkah itu mereka tempuh setelah meyakinkan pihak berwenang Prancis untuk memberi para pekerja asing tersebut izin khusus untuk memasuki negara itu, kata kepala otoritas imigrasi Didier Leschi, kepada AFP.

“Semua pekerja Maroko akan diuji untuk Covid-19 pada saat kedatangan dan keberangkatan, serta tujuh hari setelah kedatangan mereka,” kata Leschi, Kamis (8/10/2020).

Memiliki daun lancip hijau tua, kulit tipis, ukuran kecil, dan rasa yang luar biasa, clementine corsica adalah satu-satunya jenis clementine yang ditanam di Prancis. Sejak 2007, jeruk clementine corsica mendapat manfaat dari “Indikasi Geografis Terproteksi” (IGP), sebuah label yang menjamin kualitas buah itu.

Untuk membedakannya dari jeruk lain, clementine corsica harus benar-benar dibudidayakan dan dikemas di pulau itu; dipetik dengan tangan beserta daunnya setelah matang, dan; tidak menjalani perawatan kolorimetrik. Praktik ramah lingkungan pada produksi tani tersebut membantu menciptakan rasa jeruk yang unik, stabil, dan konsisten.

Editor : Ahmad Islamy Jamil