Ratusan Polisi Unjuk Rasa di Haiti, Tuntut Gaji yang Lebih Besar

Nathania Riris Michico ยท Senin, 28 Oktober 2019 - 08:54 WIB
Ratusan Polisi Unjuk Rasa di Haiti, Tuntut Gaji yang Lebih Besar

Petugas polisi memegang plakat dengan slogan, "Polisi menuntut upah yang lebih tinggi" selama demonstrasi di Port-au-Prince. (Foto: AFP / Valerie Baeriswyl)

PORT AU PRINCE, iNews.id - Beberapa ratus polisi dan pendukungnya berdemonstrasi di ibu kota Haiti, Minggu (27/10/2019). Mereka menuntut gaji yang lebih baik bagi para penegak hukum.

Saat para polisi berdemo, demonstran anti-pemerintah juga turun ke jalan.

Secara terpisah, seorang pria dipukuli hingga tewas dan kemudian dibakar oleh beberapa demonstran yang mengklaim bahwa pria itu menembaki kerumunan demonstran menuntut agar Presiden Jovenel Moise mundur.

Dengan wajah mereka disembunyikan, beberapa polisi berpakaian sipil menembak ke udara di dekat para demonstran anti-pemerintah.

Beberapa ledakan besar tembakan -dari orang-orang yang tidak dikenal- kemudian terdengar di dekat area tempat para demonstran berbaris.

Sebelum protes, petugas polisi sudah mengadu di markas besar Kepolisian Nasional Haiti (PNH).

"Upah kami sengsara. Kami tidak memiliki asuransi: kami memiliki kartu asuransi tetapi di setiap rumah sakit tempat kami pergi, kami harus membayar," kata seorang petugas polisi bertopeng, yang meminta namanya tak disebut, kepada AFP, Senin (28/10/2019).

Seperti yang mereka lakukan selama dua bulan, para penentang menuntut Moise untuk mundur.

Sejak berkuasa pada Februari 2017, Moise harus menghadapi kemarahan gerakan oposisi yang menolak mengakui kemenangannya dalam pemilihan umum yang dianggap curang.

Kemarahan meningkat pada akhir Agustus akibat negara kekurangan bahan bakar, dan aksi protes berubah menjadi kekerasan.

Namun bahkan sebelum krisis ini meletus, Moise dituduh melakukan korupsi.

Pengadilan auditor Haiti saat ini tengah menyelidiki bantuan dua miliar dolar dari dana minyak Venezuela. Pengadilan menemukan bahwa perusahaan yang dijalankan oleh Moise sebelum dia menjadi presiden merupakan salah satu yang melakukan penggelapan.

Editor : Nathania Riris Michico