Razia Mafia Besar-besaran, Polisi Italia dan Swiss Tangkap 75 Orang

Ahmad Islamy Jamil ยท Selasa, 21 Juli 2020 - 17:47 WIB
Razia Mafia Besar-besaran, Polisi Italia dan Swiss Tangkap 75 Orang

Polisi Keuangan Italia (Guardia di Finanza) sedang berjaga-jaga di perbatasan salah satu kota di negara itu (ilustrasi). (Foto: AFP)

ROMA, iNews.id – Polisi Italia dan Swiss menangkap 75 tersangka dalam operasi besar-besaran terhadap 'Ndrangheta, kelompok mafia yang memiliki basis sindikat di Italia Selatan. Dalam razia itu, aparat keamanan dari dua negara menyita barang senilai 169 juta euro (Rp2,85 triliun).

Operasi gabungan itu melibatkan 700 petugas di pihak Italia, ungkap Guardia di Finanza (Polisi Keuangan Italia), Selasa (21/7/2020).

“75 orang ditangkap secara bersamaan di Italia dan di Swiss, dengan tuduhan melakukan kejahatan serius termasuk asosiasi mafia, perdagangan narkoba internasional, pencucian uang, dan korupsi,” demikian pernyataan Guardia di Finanza seperti dikutip AFP.

Kantor kejaksaan Swiss menyatakan, polisi menyita senjata dan amunisi dalam penggerebekan di Kanton Argovia, Solothurn, Zug, dan Ticino. Untuk diketahui, dalam sistem pemerintahan di Swiss, kanton adalah kota yang memiliki kedudukan setara dengan negara bagian. Tiap-tiap kanton memiliki semi-kedaulatan seperti yang berlaku pada sistem negara federal umumnya.

Enam tersangka utama Italia—kebanyakan dari mereka tinggal di Swiss—dituduh melakukan kejahatan termasuk membawa uang palsu dari Italia. “Terdakwa telah tinggal selama bertahun-tahun di Swiss dan, mungkin, melakukan kegiatan ilegal bersama dengan kegiatan hukum, seperti investasi, pinjaman, atau bahkan pengelolaan restoran,” kata jaksa Swiss.

Polisi Italia mengatakan, operasi itu menargetkan 158 orang tersangka. “Jika ada yang masih berpikir bahwa 'Ndrangheta adalah masalah murni Italia, operasi ini menunjukkan yang sebaliknya,” ujar Kepala Komisi Anti-Mafia Parlemen Italia, Nicola Morra.

Interpol memperingatkan bulan lalu bahwa cadangan uang tunai 'Ndrangheta yang besar memungkinkan mereka menawarkan bantuan kepada unit-unit bisnis yang sedang berjuang keras untuk bangkit di tengah pandemi Covid-19. Kondisi tersebut memberikan kelompok kriminal itu peluang dan jalan masuk ke dalam ekonomi yang sah.

'Ndrangheta, yang berpusat di wilayah Calabria, dikenal sebagai sindikat mafia paling kuat di Italia. Mereka beroperasi di seluruh dunia.

Polisi pada Desember lalu melawan kelompok itu sehingga mengakibatkan penangkapan 334 orang, termasuk seorang kolonel polisi dan seorang mantan anggota parlemen.

Editor : Ahmad Islamy Jamil