Rekaman Video Ungkap Polisi AS Tembak Mati Warga Kulit Hitam

Anton Suhartono ยท Selasa, 16 April 2019 - 10:22 WIB
Rekaman Video Ungkap Polisi AS Tembak Mati Warga Kulit Hitam

Danquirs Franklin ditembak mati polisi saat meletakkan senjata (Foto: WFAE)

MIAMI, iNews.id - Seorang pria kulit hitam tewas ditembak polisi di Charlotte, North Carolina, Amerika Serikat, saat meletakkan senjata mengikuti instruksi. Insiden itu terekam kamera kepolisian.

Dilaporkan AFP, Selasa (16/4/2019), tayangan yang terekam kamera di tubuh petugas bernama Wende Kerl itu dirilis oleh kepolisian atas perintah pengadilan. Kerl menembak Danquirs Franklin hingga tewas di lokasi di halaman parkir Burger King pada 25 Maret 2019.

(Cuplikan tayangan sebelum Wende Kerl menembak Danquirs Franklin/Foto: WFAE)

Dalam video tampak Franklin jongkok di depan pintu mobil sementara Kerl dan petugas lainnya berteriak, "Letakkan senjata. Letakkan, letakkan sekarang."

Pada awalnya Franklin tampak seperti tak membawa senjata. Kemudian, dia menggerakkan tangan kanan ke sakunya dan mengeluarkan pistol untuk meletakkannya di sertai beberapa kali teriakan Kerl.

Departemen Kepolisian Charlotte-Mecklenburg menyatakan, pihaknya hanya memiliki bukti rekaman video itu sebagai pertimbangan dalam apakah penembakan tersebut masih dibenarkan atau tidak.

Kepala kepolisian Charlotte Kerr Putney memperkirakan akan ada aksi unjuk rasa setelah video dirilis dan petugas telah mempersiapkan diri.

"Kami siap untuk hal terburuk, tetapi berdoa untuk yang terbaik," katanya.

Sementara itu Wali Kota Vi Lyles meminta warganya menahan diri dan menghormati proses hukum yang tengah berjalan.

Kasus kebrutalan polisi AS terhadap warga kulit berwarna, khususnya kulit hitam, semakin menjadi-jadi beberapa tahun terakhir, memicu protes nasional.

Salah satu kasus paling terkenal terjadi pada 2014 di Missouri, seorang perwira polisi kulit putih menembak mati Michael Brown, warga kulit hitam berusia 18 tahun.

Bersamaan dengan penembakan terhadap Trayvon Martin pada 2012 oleh pria bernama George Zimmerman, kasus ini menginspirasi gerakan 'Black Lives Matter'.


Editor : Anton Suhartono