RI Belum Dapat Pemberitahuan Resmi dari Malaysia soal Penangkapan WNI Nuruddin

Antara ยท Sabtu, 18 Mei 2019 - 16:02 WIB
RI Belum Dapat Pemberitahuan Resmi dari Malaysia soal Penangkapan WNI Nuruddin

Abdul Hamid Bador (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Luar Negeri RI belum mendapat pemberitahuan resmi terkait penangkapan seorang warga negara Indonesia (WNI), Nuruddin bin Alele (34), oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Dia ditangkap bersama dua warga Malaysia lainnya pada 14 Mei 2019.

Penangkapan Nuruddin dan dua lainnya merupakan operasi susulan setelah PDRM menangkap empat orang terduga teroris, salah satunya juga WNI pada 5-7 Mei 2019.

Baca Juga: Polisi Malaysia Masih Buru 1 WNI Lagi Terkait ISIS

"Yang penangkapan kedua kami belum mendapat notifikasi resmi dari pihak Malaysia, namun kami sudah mengetahui dari pemberitaan media bahwa ada kemungkinan seseorang diidentifikasi sebagai WNI ditangkap lagi," kata Juru Bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir.

Kemlu sedang mencoba meminta akses kekonsuleran untuk mengonfirmasi kewarganegaraan terduga teroris tersebut.

Menurut PDRM, Nuruddin ditangkap bersama warga Malaysia bernama Muhammad Syazani bin Mahzan dan Muhamad Nuurul Amin bin Azizan.

Muhammad Syazani (27) berasal dari Bedong Kedah bekerja sebagai penjual burger sedangkan Muhammad Nuurul Amin sebagai pekerja kebun.

Kedua pelaku bersama warga negara Malaysia Muhammad Izham yang ditangkap 22 November 2018 di Sungai Petani Kedah pernah menjalani latihan membuat bom di Yogyakarta.

"Pada tahun 2018 yang dikendalikan oleh Jamaah Ansharut Daulah Indonesia mereka telah mempelajari pembuatan triacetone triperoxide sejenis bahan kimia yang digunakan untuk menghasilkan letupan berskala besar," kata Kepala PDRM, Abdul Hamid Bador.

Kedua pelaku juga telah mengunjungi beberapa gereja di Yogyakarta untuk merencanakan serangan.

Muhammad Syazani diduga merancang serangan ke rumah-rumah ibadah nom-Islam di Malaysia dengan cara menggunakan bom bunuh diri.


Editor : Anton Suhartono