Ribuan Mahasiswa Kampus Almamater Xi Jinping Ikut Demo, Tuntut Kebebasan Berpendapat

Anton Suhartono ยท Senin, 28 November 2022 - 14:35:00 WIB
Ribuan Mahasiswa Kampus Almamater Xi Jinping Ikut Demo, Tuntut Kebebasan Berpendapat
Demonstrasi di China mendesak Presiden Xi Jinping mundur (Foto: AP)

BEIJING, iNews.id - China dilanda gelombang demonstrasi besar sejak Jumat pekan lalu dan berlanjut hingga Senin (28/11/2022). Demonstrasi bermula dari kebakaran apartemen di Urumqi yang menewaskan sedikitnya 10 orang pada Kamis pekan lalu. Warga yakin jatuhnya banyak korban akibat kebakaran dipicu lockdown di kota tersebut di mana warga dilarang beraktivitas di luar rumah.

Kota kecil di Xinjiang itu sudah melonggarkan kebijakan pembatasan Covid-19 sejak demonstrasi pecah di penjuru China pada Jumat.

Bahkan demonstran di Kota Shanghai sudah berani meneriakkan yel-yel agar Presiden Xi Jinping mundur.

"Jatuhkan Partai Komunis China, Jatuhkan Presiden Xi Jinping," demikian teriakan sekelompok massa dalam unjuk rasa, Minggu (27/11/2022).

Sekitar 2.000 mahasiswa di kampus almamater Xi yakni Universitas Tsinghua, Beijing, juga berdemonstrasi agar pemerintah melonggarkan pembatasan Covid-19.

Massa meneriakkan slogan 'Kebebasan berpendapat' serta menyanyikan lagu sosialisme, Internasionale.

Para mahasiswa membubarkan diri setelah Wakil Sekretaris Partai Komunis Universitas Tsinghua berjanji akan menggelar diskusi lebih luas untuk membahas isu ini.

Ini diketahui sebagai demonstrasi terbesar yang menentang kebijakan pemerintahan Xi, termasuk mendesak sang presiden untuk mundur, sejak dia menjabat 10 tahun silam. Xi mempertahankan jabatannya sebagai Sekjen Partai Komunis China sekaligus presiden untuk periode ketiga setelah kongres pada Oktober lalu.

Demonstrasi tersebut merupakan akumulasi dari kemarahan warga yang kembali menjadi obyek pembatasan penularan virus corona atau kebijakan zero-Covid-19 pemerintahan Xi. 

Lebih dari 400 juta warga China di sekitar 40 kota dan wilayah terdampak penerapan lockdown terbaru. China mengalami lonjakan kasus infeksi Covid-19 harian bahkan telah menembus 40.000 dalam sehari.

Editor : Anton Suhartono

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda