Rouhani Klaim Temukan Ladang Minyak Baru 50 Miliar Barel di Selatan Iran

Nathania Riris Michico ยท Senin, 11 November 2019 - 10:14 WIB
Rouhani Klaim Temukan Ladang Minyak Baru 50 Miliar Barel di Selatan Iran

Presiden Iran Hassan Rouhani. (FOTO: REUTERS)

TEHERAN, iNews.id - Presiden Hassan Rouhani mengumumkan Iran menemukan ladang minyak baru yang besar di bagian selatan negara itu. Dia menyebut ladang itu bisa meningkatkan produksi minyaknya sebanyak 30 persen.

Pengumuman bahwa Iran menemukan cadangan minyak mentah sebesar 50 miliar barel itu terjadi pada saat republik Islam itu mengalami kesulitan besar untuk menjual minyaknya, setelah Amerika Serikat (AS) keluar dari perjanjian nuklir tahun lalu.

Menurut Rouhani, cadangan besar minyak mentah itu ditemukan dekat Kota Yazd, di Provinsi Khuzestan. Penemuan baru itu menambah cadangan minyak mentah Iran menjadi sekitar 159 miliar barel.

BACA JUGA: Saudi Beberkan Bukti Iran Pelaku Serangan Drone di 2 Fasilitas Minyak Aramco

"Saya mengatakan kepada Gedung Putih, kendati kalian melarang penjualan minyak Iran dan menekan negara kami, para pekerja minyak kami berhasil menemukan ladang minyak baru yang besar dan mengandung 53 miliar barrel," kata Rouhani, seperti dilaporkan Associated Press, Senin (11/11/2019).

Iran saat ini mempunyai cadangan minyak terbesar keempat dan cadangan gas alam terbesar kedua di dunia. Penemuan cadangan minyak baru itu bisa menjadi ladang minyak terbesar kedua di Iran setelah ladang minyak Ahvaz yang mengandung 65 miliar barel.

BACA JUGA: Ini Penampakan Fasilitas Minyak Saudi yang Dihantam Drone dan Rudal Buatan Iran

Sejak AS keluar dari perjanjian nuklir 2015 dengan Iran, lima negara lain yang ikut dalam perjanjian itu, yakni Jerman, Prancis, Inggris, Rusia, dan China, berusaha keras menyelamatkan kesepakatan. Namun mereka tidak menawarkan cara lain untuk memungkinkan Iran menjual minyaknya ke luar negeri.

Penjualan minyak itu adalah imbalan yang disebutkan dalam perjanjian nuklir, jika Iran mau menghentikan program senjata nuklirnya.

BACA JUGA: 5 Fakta Serangan Fasilitas Minyak Arab Saudi, Iran Tertuduh

Namun dengan keluarnya AS dari perjanjian itu, Iran merasa bebas meningkatkan usaha memperkaya uranium, yang nantinya bisa digunakan untuk membuat senjata nuklir.

Gagalnya perjanjian nuklir itu bersamaan dengan sejumlah serangan misterius atas beberapa kapal tanker in Teluk Persia dan serangan atas fasilitas minyak Arab Saudi, yang menurut AS dilakukan Iran. Tuduhan-tuduhan itu dibantah oleh Iran.

BACA JUGA: Kapal Tanker Iran Meledak di Lepas Pantai Saudi, Minyak Tumpah ke Laut Merah


Editor : Nathania Riris Michico