Sambil Pegang Peta, Trump: ISIS di Suriah Akan Lenyap Malam Ini

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 21 Maret 2019 - 09:54 WIB
Sambil Pegang Peta, Trump: ISIS di Suriah Akan Lenyap Malam Ini

Presiden Donald Trump saat memegang peta yang menggambarkan lokasi ISIS di Suriah (FOTO: Jim Watson/AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Donald Trump mengatakan jet-jet tempur koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) akan membuat kelompok Islamic State atau ISIS di Suriah lenyap pada Rabu malam waktu setempat. Untuk meyakinkan para wartawan di Gedung Putih, Trump menunjukkan dua peta Suriah.

"Saya membawa ini untuk Anda karena ini adalah peta, semuanya berwarna merah, ini pada malam pemilu (AS) 2016. Semua yang merah adalah ISIS," kata Trump, seperti dilaporkan Reuters, Kamis (21/3).

“Ketika saya mengambil alih, ini berantakan. Sekarang, di bagian bawah, itu sama sekali tidak ada merah," kata Trump, seraya menunjuk peta di bagian bawah.

"Sebenarnya, sebenarnya ada tempat kecil yang akan lenyap malam ini," kata Trump.

"Jadi ini ISIS pada hari pemilu, hari pemilihan saya, dan ini ISIS yang sekarang," paparnya.

"Jadi begitulah caranya. Hingga hari ini, ini ISIS, tidak ada. Kekhalifahan hilang pada malam ini."

Dia kemudian membagikan gambar perbandingan wilayah Suriah yang diduduki ISIS sebelum dan saat dia berkuasa lewat Twitter.

ISIS di Suriah yang disebut akan lenyap itu adalah yang berada di Baghuz, lokasi kantong terakhir kelompok teror di Suriah tersebut. Wilayah itu dikepung Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS dan terus diserang.

Dalam paparannya, Trump tidak menyinggung peran tentara Suriah, Rusia, dan sekutu lainnya atas perannya dalam mengalahkan ISIS.

Trump juga mengonfirmasi keputusannya untuk meninggalkan 400 tentara AS di Suriah, yakni 200 personel di utara Suriah dan 200 personel di daerah Al-Tanf di perbatasan Yordania.

Pada Desember, Trump menyatakan kemenangan atas ISIS dan menyebut sekitar 2.000 tentara AS yang ditempatkan di Suriah akan ditarik. Langkah itu dikritik oleh para pemimpin Kongres di kedua partai dan sejak itu pemerintahan Trump mengulur waktu penarikan tentara AS.

Gedung Putih mengumumkan pada Februari bahwa 200 tentara AS akan tinggal di Suriah.

"Tidak, tidak. Kami, di Suriah, kami meninggalkan 200 orang di sana dan 200 orang di tempat lain di Suriah, lebih dekat ke Israel, untuk jangka waktu tertentu," kata Gedung Putih.


Editor : Nathania Riris Michico