San Francisco Jadi Kota Pertama di AS yang Larang Teknologi Pengenalan Wajah

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 16 Mei 2019 - 12:52 WIB
San Francisco Jadi Kota Pertama di AS yang Larang Teknologi Pengenalan Wajah

Ilustrasi teknologi pengenalan wajah atau face regocnition. (FOTO: GETTY IMAGES)

SAN FRANSISCO, iNews.id - Parlemen San Francisco menggelar voting melarang penggunaan teknologi pengenalan wajah. Artinya, San Francisco menjadi kota pertama di Amerika Serikat (AS) yang melarang teknologi Face Recognition.

Teknologi itu tidak boleh digunakan oleh lembaga-lembaga lokal, seperti otoritas transportasi atau penegak hukum. Selain itu, setiap rencana membeli jenis teknologi pengintaian baru apa pun harus disetujui oleh pemerintah kota.

Beberapa pengkritik menyebut keputusan itu membuat keamanan warga dipertaruhkan dan menghalangi upaya memerangi kejahatan.

Namun mereka yang mendukung langkah pelarangan pengenalan wajah menyatakan, teknologi yang ada saat ini tak layak diterapkan dan melanggar privasi dan kebebasan warga.

"Dengan voting ini, San Francisco mendeklarasikan bahwa teknologi pengenalan wajah tidak sesuai dengan demokrasi yang sehat dan warga berhak bersuara dalam keputusan tentang pengintaian teknologi tinggi," kata Matt Cagle dari Serikat Kebebasan Sipil Amerika di California Utara, seperti dilaporkan BBC, Kamis (16/5/2019).

"Kami memuji kota itu yang mendengarkan masyarakat dan memimpin dengan legislasi penting ini. Kota-kota lain harus memperhatikan dan membuat langkah keamanan serupa untuk melindungi keselamatan dan hak sipil rakyat," ujar dia.

Voting itu disahkan oleh para supervisor San Francisco dengan 8 suara mendukung, 1 suara menolak, dan 2 abstain. Langkah ini diperkirakan secara resmi disahkan menjadi peraturan kota, setelah voting kedua pada pekan depan.

"Daripada melakukan larangan, kami yakin penghentian akan lebih tepat," ujar Joel Engardio, Wakil Presiden Stop Crime SF.

"Kami sepakat ada masalah dengan teknologi identitas pengenalan wajah dan itu tidak harus digunakan sekarang. Namun, teknologi akan membaik dan dapat menjadi alat berguna bagi keselamatan publik saat digunakan dengan bertanggung jawab. Kita harus tetap membuka pintu untuk kemungkinan itu," imbuhnya.

Aturan baru itu tidak akan diterapkan untuk langkah keamanan di bandara atau pelabuhan San Francisco karena dikelola oleh federal, bukan lokal. Beberapa kampanye tidak berhasil mendesak agar langkah itu tidak diterapkan di kepolisian lokal.

Meski petugas San Francisco saat ini tidak menggunakan teknologi pengenalan wajah, sejumlah petugas kepolisian lain di penjuru AS menggunakannya.


Editor : Nathania Riris Michico