Selandia Baru Beri Status Warga Tetap ke Para Korban Penembakan Massal

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 24 April 2019 - 09:34 WIB
Selandia Baru Beri Status Warga Tetap ke Para Korban Penembakan Massal

PM Selandia Baru Jacinda Ardern memeluk salah seorang anggota komunitas Muslim pada peringatan penembakan massal di kota Christchurch yang diadakan di Hagley Park, 29 Maret lalu. (FOTO: AP)

WELLINGTON, iNews.id - Selandia Baru akan memberi status penduduk tetap atau izin tinggal permanen kepada semua korban selamat dalam penembakan masal di dua masjid Kota Christchurch. Sedikitnya 50 orang Muslim tewas dalam aksi penembakan itu.

Pemerintah Selandia Baru menyatakan tengah mempertimbangkan memberi visa kepada para korban selamat, kendati belum ada keputusan yang diumumkan. Pernyataan pada Selasa itu hanya dirilis dalam laman website imigrasi, yang diduga dilakukan untuk menghindari reaksi kontra terhadap keputusan imigrasi itu.

Imigrasi Selandia Baru menyatakan kategori visa baru yang disebut visa Christchurch Response (2019) sudah dibuat. Orang-orang yang hadir di masjid ketika mereka diserang pada 15 Maret dapat mendaftar, seperti halnya anggota keluarga langsung.

Pelamar harus sudah tinggal di Selandia Baru pada hari serangan, sehingga visa tidak akan tersedia untuk turis atau pengunjung jangka pendek. Aplikasi ini dapat dibuat mulai hari Rabu seperti dilaporkan Reuters, Rabu (24/4/2019).

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan serangan itu adalah tindakan terorisme dan mengeluarkan undang-undang senjata api yang melarang senjata semi-otomatis.

Warga Australia, Brenton Tarrant (28), seorang pendukung supremasi kulit putih, didakwa dengan 50 tuduhan pembunuhan atas penembakan massal di Christchurch.

Aksi brutal Tarrant itu adalah pembunuhan massal terburuk di Selandia Baru di mana 50 orang lainnya terluka pada saat menjalankan salat Jumat.


Editor : Nathania Riris Michico