Serangan Drone AS yang Tewaskan Jenderal Iran Soleimani Disebut Langgar Hukum Internasional

Anton Suhartono ยท Selasa, 07 Juli 2020 - 10:04 WIB
Serangan Drone AS yang Tewaskan Jenderal Iran Soleimani Disebut Langgar Hukum Internasional

Penyelidik HAM PBB sebut serangan drone AS yang menewaskan jenderal Iran Qasem Soleimani melanggar hukum internasional (Foto: AFP)

JENEWA, iNews.id - Penyelidik hak asasi manusia (HAM) PBB menyebut serangan drone Amerika Serikat yang menewaskan jenderal Iran Qasem Soleimani pada 3 Januari lalu melangar hukum internasional.

Serangan yang berlangsun di bandara internasional Baghdad, Irak, itu juga menewaskan sembilan orang lainnya.

Pelapor khusus PBB Agnes Collamard mengatakan, AS tidak bisa memberikan bukti cukup mengenai tuduhan bahwa Soleimani terlibat dalam serangan terhadap kepentingan negara itu di kawasan.

Callamaerd menegaskan serangan tersebut melanggar Piagam PBB dan menyerukan pertanggungjawaban atas pembunuhan tersebut.

"Dunia berada pada saat kritis, dan kemungkinan titik kritis, ketika menyangkut penggunaan pesawat tak berawak. Dewan Keamanan tidak tidak melakukan aksi. Sebagian besar masyarakat internasional, mau tidak mau, diam," kata Callamard, dikutip dari Reuters, Selasa (7/7/2020).

Callamard akan mempresentasikan temuannya kepada Dewan HAM pada Kamis mendatang sehingga memberikan kesempatan kepada negara-negara anggota untuk memperdebatkan tindakan apa yang harus dilakukan.

"Mayor Jenderal Soleimani bertanggung jawab atas strategi militer Iran serta dan tindakan-tindakannya di Suriah dan Irak. Tapi jika tidak ada ancaman nyata yang segera terjadi terhadap nyawa (kepentingan AS), tindakan yang diambil oleh AS itu melanggar hukum," kata Callamard.

AS, sebagai pihak yang dituntut bertanggung jawab, sudah keluar dari Dewan HAM PBB 2 tahun lalu.

Soleimani, yang merupakan pemimpin pasukan elite Garda Revolusi Iran, Quds, merupakan sosok yang berperan mengusir pasukan AS dari Irak.

AS menuduh Soleimani mendalangi serangan terhadap kepentingannya dengan memanfaatkan milisi.

Editor : Anton Suhartono