Setelah Damaikan Pemerintah Yaman dengan Separatis, Saudi Dekati Pemberontak Houthi

Anton Suhartono ยท Rabu, 06 November 2019 - 16:52 WIB
Setelah Damaikan Pemerintah Yaman dengan Separatis, Saudi Dekati Pemberontak Houthi

Saudi membuka peluang berdamai dengan pemberontak Houthi (Foto: AFP)

RIYADH, iNews.id - Setelah sukses memediasi konflik antara pemerintah Yaman yang diakui internasional dengan separatis Yaman selatan, Arab Saudi mendekati pemberontak Houthi, kelompok bersenjata yang didukung Iran.

Seorang sumber di pemerintah Arab Saudi mengatakan, pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan Houthi. Ini merupakan pembicaraan pengumuman resmi pertama pembicaraan antara Saudi dengan kelompok Houthi sejak kedua pihak berperang pada 2014.

"Kami memiliki saluran terbuka dengan Houthi sejak 2016. Kami melanjutkan komunikasi ini untuk mendukung perdamaian di Yaman," kata seorang pejabat senior Saudi. Kami tidak menutup pintu kepada Houthi," dikutip dari AFP, Rabu (6/11/2019).

Namun pejabat yang meminta namanya tak disebutkan itu tidak menjelaskan secara terperinci mengenai materi pembicaraan yang tengah berlangsung.

Kabar adanya pembicaraan ini cukup mengejutkan. Pasalnya baru beberapa bulan lalu kelompok Houthi bertanggung jawab atas serangan terhadap dua fasilitas minyak Aramco, Saudi, yang memicu anjloknya pasokan minyak dunia hingga 5-6 persen.

Serangan itu dibalas dengan tembakan rudal ke Yaman.

Perang dipicu perebutan ibu kota Yaman, Sanaa, disertai penggulingan presiden yang sah, Abedrabbo Mansour Hadi, oleh Houthi pada 2014. Pada Maret 2015, Saudi membentuk koalisi untuk mengembalikan lagi pemerintahan yang sah, apalagi Houthi saat itu akan merebut kota penting kedua, Aden, serta memaksa Mansour Hadi melarikan diri.

Sebelumnya, Amerika Serikat, sebagai sekutu dekat Saudi, juga mengumumkan dalam pembicaraan dengan Houthi. Hal itu disampaikan asisten sekretaris urusan Timur Dekat David Schenker saat berkunjung ke Arab Saudi pada September.

Dia tidak mengatakan apakah AS melakukan pembicaraan secara terpisah dengan Houthi, namun para analis yakin kemungkinan akan ada konsultasi dengan Arab Saudi.


Editor : Anton Suhartono