Setelah 'Melati', kini Harimau Siberia Mati di Kebun Binatang Inggris

Anton Suhartono ยท Kamis, 14 Februari 2019 - 13:42 WIB
Setelah 'Melati', kini Harimau Siberia Mati di Kebun Binatang Inggris

Harimau siberia Shouri mati akibat berkelahi dengan harimau lain di taman safari (Foto: Facebook/Taman Safari Longleat)

LONDON, iNews.id - Setelah kematian harimau sumatera bernama Melati pada Jumat pekan lalu, kini giliran harimau siberia yang bernasib sama.

Pada Senin (11/2/2019), harimau betina bernama Shouri mati di Taman Safari Longleat dalam perkelahian tiga hewan sekaligus. Shouri lolos melalui pintu yang terbuka bebas lalu masuk kandang yang dihuni dua harimau lainnya.

Baca Juga: Harimau Sumatera Mati, Kebun Binatang London Tak Mau Disalahkan

"Hasilnya, terjadi perkelahian melibatkan ketiganya. Penyelidikan menyeluruh sedang berlangsung untuk mengetahui pasti penyebab peristiwa menyedihkan ini," bunyi pernyataan taman safari, dikutip dari Reuters, Kamis (14/2/2019).

"Petugas berdedikasi yang merawat kucing-kucing besar kami sangat sedih dengan kejadian ini dan melakukan segala upaya yang kami bisa untuk membantu dan mendukung mereka."

Shouri mati di lokasi, sedangkan dua haraimau lainnya mengalami luka. Taman Safari Longleat langsung ditutup saat kejadian.

Kematian Shouri terjadi 3 hari setelah peristiwa serupa yang dialami Melati di lokasi berbeda, yakni di Kebun Binatang London. Melati mati setelah diterkam harimau lain bernama Asim yang didatangkan dari Denmark. Mereka disatukan untuk program perkawinan atau pembiakan.

Kritik datang terhadap Kebun Binatang London karena dianggap terlalu terburu-buru menyatukan Melati, berusia 10 tahun, dan Asim (7) dalam satu kandang.

Namun manajer Kebun Binatang London menepis anggapan tidak mau menunggu waktu lebih lama sebelum menyatukan keduanya. Sebelum disatukan, Melati dan Asim ditaruh di kandang bersebelahan selama 10 hari.

CEO Komunitas Zoologi London (ZSL), Kathryn England, mengatakan batasan waktu untuk menyatukan kedua hewan itu tentatif, tidak ada patokan yang pasti.

Pasangan tersebut awalnya saling memperhatikan lalu disusul dengan saling mengaum. Kondisi ini dianggap Kathryn sebagai hal normal.

"Namun dalam sekejap mata, tanpa provokasi yang jelas, mereka saling berpaling. Asim mulai mundur dan saat kami akan menutup pintu kandang, Melati menyerangnya. Namun Asim mengalahkannya dalam hitungan detik," katanya.


Editor : Anton Suhartono