Singapura Akui Hubungan dengan Malaysia Tak Akan Cepat Pulih

Antara, Anton Suhartono ยท Senin, 14 Januari 2019 - 19:58 WIB
Singapura Akui Hubungan dengan Malaysia Tak Akan Cepat Pulih

Vivian Balakrishnan (Foto: AFP)

SINGAPURA, iNews.id - Hubungan dua negara bertetangga Malaysia dan Singapura sedang diuji. Serangkaian insiden pelanggaran batas wilayah udara dan laut pada beberapa bulan terakhir memicu ketegangan kedua pihak.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, di hadapan parlemen, Minggu (13/1/2019), mengatakan, keretakan hubungan kedua negara sepertinya tak akan hilang dalam waktu dekat.

Baca Juga: Berikut Kronologi Konflik Perbatasan antara Malaysia dan Singapura

Dia menuduh Malaysia melakukan aksi provokaasi pada Minggu atas keberadaan kapal Malaysia yang dianggap melanggar wilayah perairan Singapura. Meningkatnya ekskalasi ketegangan menggiring pada penundaan pertemuan kerjasama perdagangan kedua negara.

Menurut dia, tindakan Malaysia akhir-akhir ini mengganggu status quo yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Baca Juga: Mahathir Mohamad Batalkan Proyek Kereta Cepat Malaysia-Singapura

Padahal, pekan lalu dia baru menggelar pertemuan dengan mitranya dari Malaysia, Saifuddin Abdullah. Mereka sepakat melakukan langkah-langkah guna mencairkan ketegangan.

"Aksi ini tidak memberi pertanda baik untuk hubungan bilateral kami," kata Balakrishnan.

Dia menegaskan kembali sikap Singapura yang lebih mengedepankan dialog untuk keluar dari kebuntuan.

Baca Juga: Sengketa Maritim dengan Malaysia, Singapura: Kedaulatan Kami Dilanggar

"Singapura masih berusaha mencari penyelesaian damai melalui dialog," katanya.

Namun, jika gagal, Singapura akan menempuh langkah lain yakni penyelesaian internasional.

Hubungan Malaysia dan Singapura memanas sejak sebulan terakhir. Awalnya, Singapura dianggap sewenang-wenang dengan menerapkan aturan baru bagi penerbangan di wilayah udara Malaysia yakni Bandara Seletar. Sebaliknya, Singapura menyebut kapal-kapal Malaysia melanggar wilayah perairannya.

Pada Selasa (4/12/2018), Menteri Perhungan Malaysia Anthony Loke mengatakan Malaysia akan mengambil lagi pengelolaan wilayah udara di Johor Selatan, tugas yang sudah lama diserahkan ke Singapura. Alasannya mereka keberatan dengan prosedur penerbangan baru yang diusulkan Singapura di Bandara Seletar. Ada perubahan jalur penerbangan bagi pilot yang mendarat di Seletar dengan alasan pola yang lama akan menghambat pembangunan di sekitar kawasan industri Pasir Gudang.

Menteri Perhubungan Singapura Khaw Boon Wan menjelaskan wilayah udara yang didelegasikan ke pihaknya sudah sesuai dengan perjanjian dengan negara-negara di kawasan, termasuk Malaysia, pada 1973.

Beberapa jam setelah isu ini diungkap, Singapura menerbitkan pernyataan resmi berisi protes keras kepada Kuala Lumpur terkait masalah berbeda, yakni rencana Malaysia untuk memperpanjang batas pelabuhan Johor Baru.

Dia menyebutkan, pada 25 Oktober, Malaysia membuat keputusan yang akan memperpanjang batas pelabuhan Johor Baru ke perairan yang diklaim Singapura sebagai miliknya.

Pada 5 November, Singapura mengeluarkan Third Person Note (TPN) yang meminta Malaysia segera mengubah keputusannya demi menghormati kedaulatan wilayah perairan Singapura.


Editor : Anton Suhartono