Situasi Hong Kong Memanas, WNI Diimbau Tak Gunakan Pakaian Hitam atau Putih

Anton Suhartono, Antara ยท Rabu, 24 Juli 2019 - 19:22 WIB
Situasi Hong Kong Memanas, WNI Diimbau Tak Gunakan Pakaian Hitam atau Putih

Massa perusuh (berkaos putih) menyerang demonstran prodemokrasi di stasiun Yeun Long (Foto: AFP)

SHANGHAI, iNews.id - Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Hong Kong mengeluarkan imbauan kepada WNI, menyikapi bentrokan antara sekelompok massa yang diduga preman dengan massa demonstran dan warga di stasiun Yeun Long pada Minggu (21/7/2019) malam.

WNI diminta tidak mengenakan pakaian berwarna hitam atau putih serta payung berwarna kuning untuk menghindari dampak yang tak diinginkan.

"Untuk mengantisipasi kejadian serupa di wilayah lain, KJRI Hong Kong mengimbau seluruh WNI menghindari penggunaan baju/kaos berawarna hitam atau pun putih serta payung kuning," demikian isi pesan KJRI di Facebook.

WNI juga diminta tetap tenang dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas di tempat keramaian.

Massa berseragam putih menyerang stasiun MTR di Distrik Yeun Long sekitar pukul 22.30 waktu setempat atau beberapa jam setelah massa demonstran bentrok dengan polisi pusat kota. Yuen Long merupakan distrik terpencil di Hong Kong, jauh dari lokasi demonstrasi.

Foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan, massa menyerang pengunjung stasiun termasuk demontran berseragam kuning yang berada di peron dan di dalam kereta. Akibat serangan ini, 55 orang mengalami luka, satu di antaranya dalam kondisi kritis.

Penyerangan itu memicu reaksi keras dari anggota parlemen prodemokrasi, Ray Chan. Dia mempertanyakan mengapa polisi tak segera tiba setelah penyerangan terjadi.

"Hong Kong merupakan salah satu dengan rasio polisi-penduduk terbesar di dunia, kemana mereka saat itu," kata Ray.

Anggota parlemen dari oposisi lainnya, Lam Cheuk Ting, menyebut para pelaku kerusuhan punya hubungan dengan sindikat kejahatan terorganisasi atau triad.

Sampai saat ini, KJRI Hong Kong sudah tiga kali mengeluarkan imbauan berbeda kepada WNI terkait memanasnya situasi politik di wilayah semiotonomi itu.

KJRI Hong Kong juga menjadi sasaran aksi demonstrasi massa penentang RUU ekstradisi yang diakhiri dengan pemberian petisi untuk Presiden Joko Widodo.

Editor : Anton Suhartono