Skotlandia Tetapkan UU yang Larang Kekerasan Fisik Terhadap Anak di Rumah

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 04 Oktober 2019 - 09:47 WIB
Skotlandia Tetapkan UU yang Larang Kekerasan Fisik Terhadap Anak di Rumah

Ilustrasi kekerasan anak dalam rumah. (FOTO: iStock/Getty Images )

LONDON, iNews.id - Anggota parlemen Skotlandia setuju memberlakukan hukum yang melarang orangtua dan pengasuh memukul anak-anak.

Dengan perolehan suara 84 lawan 29, Parlemen Skotlandia menetapkan undang-undang (UU) yang mengatur bahwa orangtua yang menggunakan hukuman fisik terhadap seorang anak adalah tindak pidana.

Saat ini, orangtua dapat menggunakan kekuatan fisik yang "masuk akal" untuk mendisiplinkan anak-anak mereka.

Skotlandia merupakan wilayah pertama di Britania Raya yang melarang pemukulan atau tindak kekerasan terhadap anak.

Aturan ini mulai berlaku dalam waktu 12 bulan setelah disetujui oleh Ratu Elizabeth II.

"Kekerasan tidak pernah dapat diterima dalam situasi apa pun," kata anggota parlemen Green, John Finnie, yang memperkenalkan undang-undang itu, seperti dilaporkan AFP, Jumat (4/10/2019).

"Hukuman fisik tidak ada tempat di Skotlandia di abad ke-21," kata mantan polisi itu.

"Bukti internasional memberi tahu kita bahwa itu dapat berdampak serius pada anak-anak, dan itu tidak efektif."

Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon, yang mendukung RUU itu, mengatakan, hal itu memberi anak-anak perlindungan yang sama terhadap serangan seperti yang terjadi pada orang dewasa.

Namu, langkah itu ditentang oleh Konservatif.

Oliver Mundell, seorang anggota parlemen Konservatif, mengatakan undang-undang itu tidak tepat dan tidak optimal.

Kelompok kampanye Be Reasonable Skotlandia menyatakan, orangtua yang baik akan berubah menjadi penjahat, karena undang-undang saat ini sudah melindungi anak-anak dari pelecehan.

Mereka takut polisi akan memburu kasus-kasus sepele dan hanya mau berurusan dengan kasus pelecehan anak yang sesungguhnya.

Swedia menjadi negara pertama di dunia yang melarang aksi kekerasan di rumah, saat negara itu melarang hukuman fisik pada 1979. Lebih dari 50 negara kini mengikuti langkah itu.


Editor : Nathania Riris Michico