Sultan Brunei Kembalikan Gelar Kehormatan Oxford Terkait Hukuman Mati bagi Gay

Anton Suhartono ยท Jumat, 24 Mei 2019 - 10:06 WIB
Sultan Brunei Kembalikan Gelar Kehormatan Oxford Terkait Hukuman Mati bagi Gay

Sultan Hassanal Bolkiah akan mengembalikan gelar kehormatan Oxford (Foto: AFP)

LONDON, iNews.id - Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah akan mengembalikan gelar kehormatan yang diberikan Universitas Oxford, Inggris, terkait polemik hukuman mati bagi pelaku hubungan seks sejenis, baik gay maupun lesbian.

Sultan akan tetap mengembalikannya meskipun penerapan hukuman itu telah dibatalkan pada bulan ini.

Hampir 120.000 orang menandatangani petisi pada April yang menyerukan agar Universitas Oxford mencabut gelar hukum kehormatan Sultan Hassanal Bolkiah yang diberikan pada 1993.

Universitas Oxford menyatakan, Sultan memutuskan akan mengembalikan gelar kehormatan melalui surat yang dikirim ke Oxford pada 6 Mei 2019.

Berita tentang keputusan untuk mengembalikan gelar tersebut disampaikan Oxford ke publik pada Kamis (23/5/2019).

"Sebagai bagian dari proses peninjauan, universitas mengirim surat untuk memberi tahu Sultan pada 26 April 2019, meminta pandangannya sampai sebelum 7 Juni 2019," bunyi pernyataan universitas, dikutip dari Reuters, Jumat (24/5/2019).

"Melalui surat tertanggal 6 Mei 2019, Sultan menjawab bahwa dia akan mengembalikan gelar kehormatan."

Brunei Darussalam menjadi perhatian internasional sejak 3 April 2019 setelah mengumumkan akan mengeksekusi pelaku hubungan seks sejenis, baik kasus sodomi, perzinahan, dan pemerkosaan yang menyebabkan kematian, dengan hukum rajam.

Namun setelah muncul reaksi keras dari dunia internasional, pada awal bulan ini Sutaln hukuman mati tidak jadi dilaksanakan namun diganti dengan pidana penjara.

Kalangan yang menolak penerapan hukum rajam itu adalah para selebriti dan kelompok hak asasi. Mereka menyerukan pemboikotan hotel-hotel milik sultan, termasuk Dorchester di London dan Beverley Hills Hotel di Los Angeles.


Editor : Anton Suhartono