Tak Kerjakan PR, Bocah SD di China Dihukum Ayahnya Jadi Pengemis di Stasiun

Anton Suhartono ยท Jumat, 13 Desember 2019 - 06:11 WIB
Tak Kerjakan PR, Bocah SD di China Dihukum Ayahnya Jadi Pengemis di Stasiun

Bocah 10 tahun di China dihukum ayahnya menjadi pengemis karena tak mengerjakan PR (Foto: SCMP)

SHANGHAI, iNews.id - Seorang bocah berusia 10 tahun di China dihukum ayahnya dengan disuruh menjadi pengemis di stasiun Kota Shanghai di pagi buta karena tak mengerjakan PR.

Kasus ini terungkap setelah polisi mendapat laporan dari warga mengenai seorang anak yang mengemis di stasiun seorang diri pada Kamis pekan lalu sekitar pukul 04.45 waktu setempat.

Dilaporkan Kankannews, petugas mendapati anak itu sedang berlutut dan meminta makan kepada pengunjung stasiun.

Saat dimintai keterangan, bocah SD itu mengaku ditinggal ayahnya di stasiun untuk menjadi pengemis dengan dibekali mangkuk. Dia ditinggal sejak 45 menit sebelum didatangi polisi, sementara ayahnya pergi bekerja.

“Saya dilaporkan oleh guru ke orangtua. Saya tidak menyelesaikan PR," kata bocah itu, seperti dilaporkan kembali South China Morning Post, Kamis (12/12/2019).

Saat ditanya apakah ayahnya mabuk saat membawanya ke stasiun, bocah itu memastikan tidak.

Petugas lalu membawa bocah itu ke kantor polisi, memberinya minuman hangat dan biskuit, lalu menghubungi ibunya yang tiba 1 jam kemudian.

Sang ibu mengatakan, suaminya sangat kesal karena kerap dihubungi guru yang melaporkan bahwa anaknya sering tak mengerjakan PR. Meski demikian, perempuan itu tak setuju dengan cara suami menghukum putranya.

Polisi mengatakan anak-anak tidak boleh dihukum dengan memaksa mereka menjadi pengemis karena bisa merusak harga diri dan yang jelas mengganggu ketertiban umum.

Sementara itu kisah ini menjadi viral setelah foto sang anak saat berada di kantor polisi diunggah ke media sosial. Umumnya warganet memahami rasa frustrasi ayahnya, namun tetap saja hukuman seperti itu tak layak.

"Saya bisa membayangkan ayahnya menjalani kehidupan sulit karena dia harus bangun dan bekerja setelah tengah malam dan dia pasti sangat marah karena bocah itu tidak juga bekerja keras. Tapi mengemis di stasiun kereta terlalu berbahaya bagi anak itu," kata seorang warganet di Weibo.

Editor : Anton Suhartono