Tak Sabar Antre Drive-Thru McD Berujung Baku Hantam di Leicester

Arif Budiwinarto ยท Kamis, 11 Juni 2020 - 14:05 WIB
Tak Sabar Antre Drive-Thru McD Berujung Baku Hantam di Leicester

Dua pria saling baku hantam disebabkan salah satu dari mereka tak sabar antre drive-thru di sebuah gerai makanan cepat saji di Leicestershire (foto: The Sun)

LEICESTERSHIRE, iNews.id - Tak sabar menunggu antrian drive-thru di sebuah gerai makanan cepat saji, dua orang pria harus sampai baku hantam. Insiden tersebut membuat anak yang mereka bawa berteriak histeris.

Dalam rekaman video yang viral di media sosial, terlihat seorang pria dari mobil sedan berwarna hitam keluar dan berbicara melalui jendela dengan penumpang mobil sedan putih di depannya.

Entah apa yang dibicarakan keduanya, tiba-tiba saja pria di mobil putih keluar dan terjadilah perkelahian. Keduanya saling pukul di jalan area antrian McDonalds.

Mengetahui kedua orang tuanya berkelahi, anak-anak yang berada di dalam mobil berteriak 'ayah..ayah' sambil terus-terusan membunyikan klakson. Suara bising tersebut menarik perhatian petugas keamanan yang kemudian melerai kedua pria tersebut.

Dilansir The Sun, Kamis (11/6/2020), kedua pria tersebut berkelahi karena ada yang tak sabar menunggu antrian drive-thru. Seorang wanita yang kebetulan berada di lokasi perkelahian menceritakan awal mula kejadian.

"Pelanggan dengan mobil hitam muak menunggu, dia menghampiri mobil putih agar mempercepat proses pengambilan makanan," kata wanita yang tak mau disebutkan namanya.

"Setelah berbicara melalui jendela, seorang pria keluar dari mobil putih dan mulai berteriak mereka membutuhkan waktu lama karena memesan untuk lima anak."

"Kemudian pria dari mobil hitam mengatakan sesuatu yang tidak saya dengar. Lalu, pria di mobil putih mengatakan 'jangan bicara seperti itu'," ujarnya.

Polisi tidak memperpanjang insiden tersebut sebab sudah ditangani dengan baik oleh petugas keamanan restoran cepat saji. Dua pria yang berkelahi diminta meninggalkan lokasi tanpa mendapatkan pesanan makanan mereka.

Editor : Arif Budiwinarto