Tak Terima Dilecehkan, PNS Nekat  Pukul Bos dengan Kain Pel

Djairan · Kamis, 15 April 2021 - 10:48:00 WIB
Tak Terima Dilecehkan, PNS Nekat  Pukul Bos dengan Kain Pel
Pegawai di China Pukul Bos dengan Pel (Foto: Ist)

BEIJING, iNews.id - Seorang perempuan pegawai kantor pemerintah di China memukuli bosnya berulang kali dengan kain pel, serta melemparkan buku dan air ke arahnya. Tindakan itu dilakukannya lantaran tak terima dengan kelakuan sang bos, yang melecehkanya dengan mengirim berbagai pesan tidak senonoh.

Aksi pembelaan itu terekam oleh kamera pengintai (CCTV) dalam video berdurasi 14 menit, yang viral setelah diunggah ke platform media sosial China, Weibo. Tampak jelas perempuan muda dengan nama belakang Zhou itu menjatuhkan monitor komputer bosnya, pria bernama Wang, di akhir video.

Dalam video itu tampak pula Wang berupaya menyembunyikan wajahnya di balik tangannya, sambil mencoba untuk meminta maaf dan mengatakan bahwa dia hanya bercanda saat mengirim pesan tersebut.

“Itu hanya untuk lelucon saja, tolong hentikan. Ya Tuhan, aku tidak menyangka ini akan terjadi," kata Wang, yang ternyata merupakan wakil direktur Badan Pengentasan Kemiskinan Pemerintah China di Distrik Beilin, Provinsi Heilongjiang, dikutip dari Independent, Kamis (15/4/2021).

Berita lokal mengatakan, Zhou telah mengajukan laporan resmi ke polisi minggu lalu. Videonya saat menyerang bosanya itu menghebohkan rakyat China, yang mulai dibagikan secara online pada Minggu (11/4/2021) dan telah ditonton jutaan kali.

Zhou mengatakan, dia telah menerima pesan teks berisi kalimat yang melecehkan sebanyak tiga kali. Dia juga menyebut ada karyawan lain di kantor yang juga diperlakukan serupa. Tak hanya itu, dia juga menuduh bosnya melakukan penyerangan.

Atas dugaan pelecehan tersebut, Wang telah dipecat setelah hasil penyelidikan polisi menyatakan pria itu terbukti melanggar kedisiplinan. Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan atas laporan Zhou.

Aktivis feminis China, Lu Pin, mengatakan banyak yang membela aksi perempuan terebut, yang dinilai sebagai bentuk pelepasan kemarahan yang terpendam atas tindakan pelecehan.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq