Tentara Israel Gerebek Kantor-Kantor LSM Palestina di Tepi Barat

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 20 September 2019 - 09:41 WIB
Tentara Israel Gerebek Kantor-Kantor LSM Palestina di Tepi Barat

Dua pria lansia Palestina memrotes penggusuran rumah mereka oleh pasukan Israel di Kafr Malik, utara Ramallah, Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki Israel. (foto: AFP)

YERUSALEM, iNews.id - Pasukan Israel menggerebek kantor-kantor LSM terkemuka Palestina. Menurut Direktur Amnesty International, hal itu bertujuan menghancurkan aktivisme damai di sana.

Tentara Israel mendobrak kantor kelompok pendukung tahanan Addameer yang dipenjara di Kota Ramallah, Tepi Barat yang diduduki Israel, pada Kamis (19/9/2019) sekitar pukul 02.00, menurut direktur organisasi itu, Sahar Francis.

Dia mengatakan tidak ada staf di kantor pada waktu itu. Namun pasukan Israel menyita peralatan yang bernilai ribuan dolar, termasuk lima komputer.

"Mereka menggeledah seluruh kantor," kata Francis, seperti dilaporkan Associated Press, Jumat (20/9/2019).

Addameer bekerja mendukung para tahanan Palestina di penjara Israel maupun Palestina. Aktivis sayap kanan Israel menuduhnya terkait dengan Front Pembebasan Palestina, yang dianggap Israel sebagai organisasi teroris.

Tentara Israel belum menanggapi permintaan komentar atas serangan itu.

Wakil Direktur Amnesty International Timur Tengah Saleh Higazi mengutuk serangan mengerikan itu.

"Ini adalah upaya Israel untuk menghancurkan aktivisme damai dan membungkam LSM," ujarnya.

"Ini adalah serangan jahat yang dirancang untuk membatasi pekerjaan HAM Addameer yang vital," katanya.

LSM itu, yang mendokumentasikan tuduhan pelecehan di penjara-penjara Israel itu, digerebek dua kali sebelumnya, yang terakhir pada 2012. Menurut Francis, tentara Israel merusak pintu dan menyita komputer.

"Kami tidak pernah memperoleh kembali barang-barang yang mereka curi pada 2012, meski kami mengajukan permintaan," katanya.

Seorang karyawan Addameer juga ditahan tanpa tuduhan sejak tahun lalu, di bawah undang-undang penahanan administratif Israel, menurut Amnesty. Higazi mengatakan, serangan itu adalah bagian dari kampanye Israel yang intensif melawan organisasi-organisasi masyarakat madani.

Pada 2017, Israel mengeluarkan undang-undang yang melarang masuknya orang asing yang mendukung boikot. Israel menduduki Tepi Barat sejak perang 1967.

Kantor LSM terletak di Tepi Barat yang secara nominal berada di bawah kendali penuh Palestina, tetapi tentara Israel secara rutin melakukan penggerebekan di daerah-daerah tersebut.


Editor : Nathania Riris Michico