Tepis Laporan Akan Dicopot, Pemimpin Hong Kong Carrie Lam: Jahat

Anton Suhartono ยท Selasa, 29 Oktober 2019 - 11:24 WIB
Tepis Laporan Akan Dicopot, Pemimpin Hong Kong Carrie Lam: Jahat

Carrie Lam (Foto: AFP)

HONG KONG, iNews.id - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam menepis laporan media Inggris Financial Times (FT) yang menyebutkan Pemerintah China akan mengganti dirinya pada 2020 karena gagal menangani aksi unjuk rasa pro-demokrasi yang hingga saat ini sudah berlangsung 5 bulan.

Sebelum menggelar pertemuan Dewan Eksekutif kota, Selasa (29/10/2019), Lam menyebut laporan FT tersebut sangat jahat dan mungkin dilatarbelakangi oleh motif politik.

"Pemerintah pusat sangat mendukung dan tetap yakin bahwa saya, tim politik, dan pemerintahan Hong Kong, terutama polisi, akan dapat menangani situasi dan mengakhiri kekerasan serta mengembalikan Hong Kong ke kondisi normal sesegera mungkin," kata Lam, dikutip dari Bloomberg.

Lam menghadapi desakan mundur oleh warga setelah aksi unjuk rasa pecah pada Juni lalu. Aksi unjuk rasa jutaan orang itu dipicu keputusannya untuk menggolkan RUU ekstradisi yang memungkinkan para penjahat Hong Kong menjalani sidang di China atau negara lain yang telah menjalin kerja sama.

Meskipun Lam sudah mencabut RUU, warga Hong Kong tetap turun ke jalan. Tuntutan massa telanjur berkembang, seperti desakan untuk membebaskan para demonstran yang ditahan serta menggelar pemilu demokratis untuk menentukan pemimpin Hong Kong. Selama ini pemimpin Hong Kong ditunjuk langsung oleh China.

Popularitas Lam juga anjlok ke level terendah dalam survei terbaru yang dirilis Lembaga Penelitian Opini Publik Hong Kong pada awal Oktober. Hanya 15 persen yang masih percaya dengan kinerjanya.

Lam memahami keprihatinan para demonstran, namun belum bisa berdialog sampai kekerasan mereda.

"Saya sangat berkomitmen untuk melakukan dialog, mendengarkan dari masyarakat, mengubah kebijakan, dan sebagainya," katanya.

"Tapi hal pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan kekerasan. Jika ada banyak orang membolehkan kekerasan, bahkan mengagungkan kekerasan, saya khawatir akan membuat kita semakin sulit mengatasi situasi ini," ujarnya, menambahkan.

Bantahan soal penggantian Lam sebelumnya juga disampaikan Pemerintah China. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Hua Chunying mengatakan, laporan tersebut hanya rumor politik yang memiliki agenda tersembunyi.

"Pemerintah pusat dengan tegas mendukung Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam untuk mengakhiri kekerasan dan kekacauan dan memulihkan ketertiban secepat mungkin," kata Hua, pada 24 Oktober lalu.

Dalam laporan FT disebutkan, Presiden Xi Jinping kemungkinan akan mengganti Lam pada Maret 2020 dengan pejabat sementara. Dia akan menjabat sampai masa jabatan Lam selesai yakni 2022.

FT mengangkat laporan ini dengan mengutip pernyataan dari sumber yang mengikuti perkembangan pembicaraan di pemerintahan Beijing.

Editor : Anton Suhartono