Ternyata Gedung Putih Pernah Minta Draft Rencana Menyerang Iran

Anton Suhartono ยท Senin, 14 Januari 2019 - 10:56 WIB
Ternyata Gedung Putih Pernah Minta Draft Rencana Menyerang Iran

Gedung Putih (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Gedung Putih ternyata pernah meminta draft rencana serangan ke Iran kepada Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun lalu.

Surat kabar Amerika Serikat (AS) The Wall Street Journal (WSJ) dalam laporannya, Minggu (13/1/2019), mengungkap, langkah itu muncul setelah kantor kedubes AS di Baghdad, Irak, diserang mortar oleh kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Iran pada September 2018. Serangan itu tak menimbulkan korban karena jatuh di area terbuka.

Dewan Keamanan Nasional (NSC) menanggapi aksi itu dengan meminta rencana serangan berskala kecil, termasuk opsi menyerang Iran. NSC juga meminta opsi menyerang kepentingan Iran di Irak dan Suriah.

"Ini benar-benar mengejutkan. Orang-orang kaget. Sungguh membingungkan, betapa gagahnya mereka untuk menyerang Iran," kata seorang mantan pejabat senior pemerintah AS kepada WSJ, sebagaimana dilaporkan kembali AFP, Senin (14/1/2019).

Meski Departemen Pertahanan membuat opsi serangan, namun tidak jelas apakah draft itu diserahkan ke Gedung Putih atau tidak.

Dalam pertemuan, wakil penasihat keamanan nasional saat itu Mira Ricardel menyebut serangan terhadap perwakilan diplomatik AS di Irak sebagai deklarasi perang dan harus ditanggapi dengan tegas.

Sementara itu para pejabat Pentagon lainnya menekankan, bukan hal yang aneh jika Departemen Pertahanan menyusun rencana militer bagi Gedung Putih.

"Departemen Pertahanan adalah organisasi perencanaan yang memberikan opsi militer kepada presiden untuk berbagai ancaman," kata Rob Manning, juru bicara Pentagon.

Dia mengatakan, sudah menjadi tugas Pentagon untuk secara rutin meninjau dan memperbarui rencana dan kegiatan dalam merespons berbagai ancaman, termasuk yang dilakukan Iran. Aksi yang diusulkan itu dalam rangka mencegah dan jika perlu menanggapi agresi.

Sementara itu Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang saat ini sedang melakukan tur Timur Tengah menolak berkomentar tentang laporan ini.

Setelah serangan di Baghdad, Gedung Putih memperingatkan bahwa AS akan meminta rezim di Teheran bertanggung jawab atas setiap serangan yang mengakibatkan cedera pada personel mereka termasuk kerusakan fasilitas AS.


Editor : Anton Suhartono