Terpapar Bahan Kimia, Eks Intel Rusia yang Berkhianat Kritis

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 06 Maret 2018 - 11:39 WIB
Terpapar Bahan Kimia, Eks Intel Rusia yang Berkhianat Kritis

Mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal, kritis setelah terkena zat kimia. (Foto: Reuters)

LONDON, iNews.id - Mantan mata-mata Rusia yang pernah dihukum karena berkhianat membocorkan rahasia negara ke Inggris, Sergei Skripal (66), kritis setelah terpapar bahan kimia di Wiltshire. Tidak diketahui bagaimana zat itu bisa masuk ke tubuh Skripal.

Polisi Inggris melaporkan, Skripal dan seorang perempuan berusia 33 tahun ditemukan tak sadarkan diri di bangku di sebuah pusat perbelanjaan di Salisbury pada Minggu 4 Maret. Saat ini keduanya masih dalam perawatan intensif.

Sebenarnya, polisi tidak menyebut identitas dua orang tersebut. Namun identitas salah satu korban, yakni Skripal, baru diketahui berdasarkan keterangan sumber yang mengikuti perkembangan penyelidikan.

"Ini belum diumumkan sebagai insiden kontraterorisme dan kami akan mendesak warga untuk tidak berspekulasi," kata seorang pejabat kepolisian Wiltshire, Craig Holden, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (6/3/2018),

Belum diketahui pasti zat apa yang menyebabkan Skripal kritis.

Skripal, yang pernah berkerja di dinas intelijen militer Rusia GRU, ditangkap pada 2004 oleh Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) dan dijatuhi hukuman penjara selama 13 tahun pada 2006. Namun dia dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran mata-mata Perang Dingin pada 2010 di Wina.

Hubungan antara Inggris dan Rusia tegang sejak pembunuhan mantan agen Alexander Litvinenko menggunakan radioaktif polonium-210 di London pada 2006. Litvinenko merupakan kritikus vokal Putin yang melarikan diri ke Inggris dan tewas diracun setelah meminum teh hijau. Dalam penyelidikannya, Inggris menduga Litvinenko dibunuh dengan persetujuan Presiden Vladimir Putin.

Namun, Rusia berulang kali membantah terlibat dalam pembunuhan tersebut. Butuh beberapa waktu bagi dokter Inggris untuk mengetahui penyebab penyakit Litvinenko.


Editor : Nathania Riris Michico