Thailand Diguncang Isu Kudeta, PM Prayut: Berita Palsu

Anton Suhartono ยท Senin, 11 Februari 2019 - 17:13 WIB
Thailand Diguncang Isu Kudeta, PM Prayut: Berita Palsu

Prayut Chan o cha menepis isu soal kudeta (Foto: AFP)

BANGKOK, iNews.id - Pemerintah Thailand menepis isu yang tersebar di media sosial soal kemungkinan kudeta. Kabar tersebut muncul setelah dokumen palsu beredar luas di media sosial sejak Minggu (10/2/2019).

Perdana menteri sekaligus pemimpin junta militer Thailand Prayut Chan o cha mengatakan, dokumen yang beredar luas itu berisi pemecatan jenderal-jenderal militer.

"Masalahnya sedang diselidiki dan pelakunya akan dihukum," kata Prayut, dikutip dari DPA, Senin (11/2/2019).

Tanda pagar #ThaiCoup menjadi tren teratas di Twitter Thailand sejak Minggu, setelah dokumen palsu tersebut diunggah.

Namun warganet mencemaskan isu kudeta bukan saja berdasarkan dokumen palsu tersebut. Ada dokumen resmi memerintahkan polisi anti-huru hara menjaga pusat keramaian di Provinsi Phichit. Dokumen itu bocor dan diunggah ke internet pada Sabtu. Polisi lalu mengklairifikasi bahwa pengerahan pasukan tersebut merupakan aktivitas rutin.

Ditambah lagi, beberapa warganet mengunggah foto tank yang beredar di jalan-jalan selama akhir pekan. Pihak berwenang kemudian mengklarifikasi bahwa persenjataan artileri itu akan digunakan untuk latihan militer tahunan Cobra Gold.

Kabar soal kudeta muncul setelah kekuatan politik besar Thailand yakni Partai Raksa Chart mengajukan kakak Raja Maha Vajiralongkorn, Putri Ubolratana, dalam pemilu perdana menteri. Namun raja menolak dengan menyebut pencalonan kakaknya sebagai tak pantas. Bukan bagian dari tradisi keluarga kerajaan untuk berpolitik.

Thailand berada di bawah kekuasaan rezim militer sejak 2014. Sejak menjadi negara monarki konstitusional pada 1932, Thailand mengalami 12 kali kudeta yang sukses.


Editor : Anton Suhartono