Tolak Berlaga Lawan Atlet Israel, Pejudo Iran Dilarang Ikut Kejuaraan

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 23 Oktober 2019 - 17:36 WIB
Tolak Berlaga Lawan Atlet Israel, Pejudo Iran Dilarang Ikut Kejuaraan

Pejudo Iran Saeid Mollaei saat memenangkan tarung judo putra kelas di bawah 81 kg, di Kejuaraan Judo Dunia di Baku, 23 September 2018. (Foto: AFP)

TEHERAN, iNews.id - Iran tidak akan diizinkan berpartisipasi dalam turnamen judo internasional hingga negara itu membolehkan para atletnya bertarung menghadapi atlet Israel. Federasi Judo Internasional (IFJ) mengeluarkan larangan tidak terbatas itu pada Selasa (22/10/2019).

"IFJ) mengeluarkan larangan tidak terbatas hingga Federasi Judo Iran memberi jaminan kuat dan membuktikan bahwa mereka akan menghormati Statuta IJF dan mengizinkan atlet-atletnya bertarung melawan atlet Israel," demikian isi larangan IJF, seperti dilaporkan Associated Press, Rabu (23/10/2019).

BACA JUGA:

Malaysia Tolak Warga Israel Ikut Event Internasional di Negaranya

Atlet Renangnya Ditolak di Malaysia, Begini Tanggapan Israel

Tolak Atlet Israel, Malaysia Batal Jadi Tuan Rumah Laga Renang Dunia

IJF mengkaji kebijakan Iran setelah atlet judo Iran, Saeid Mollaei, meninggalkan tim negaranya dalam kejuaraan dunia judo tahun lalu di Tokyo.

Mollaei, yang merupakan juara bertahan, mengklaim bahwa dia dipaksa kalah di semifinal agar tidak berhadapan dengan Israel.

BACA JUGA:

Atlet Korut Tolak Samsung Galaxy Note 8 di Olimpiade

Iran Panggil Dubes Korsel karena Atletnya Tak Dapat Smartphone Samsung

Dilarang ke Stadion, Perempuan Suporter Sepak Bola Iran Bakar Diri hingga Tewas

IJF menuduh pemerintah Iran menekan atlet-atletnya dan melanggar aturan internasional. Iran membantah menekan Mollaei, yang kini bersembunyi di Jerman.

Namun penyelidikan IJF terhadap insiden itu menunjukkan Iran sengaja menekan Mollaei.

"Tindakan Iran merupakan pelanggaran serius dan pelanggaran berat terhadap Statuta IJF, juga kepentingan, prinsip, dan tujuan IJF."

Iran diperkirakan akan mengajukan banding atas larangan itu ke Pengadilan Arbitrase Olahraga yang bermarkas di Swiss.


Editor : Nathania Riris Michico