Trump Konfirmasi Tewasnya Pemimpin Al Qaeda Semenanjung Arab Qassim Al Rimi

Anton Suhartono ยท Jumat, 07 Februari 2020 - 09:56 WIB
Trump Konfirmasi Tewasnya Pemimpin Al Qaeda Semenanjung Arab Qassim Al Rimi

Qassim Al Rimi (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasikan bahwa pasukannya telah membunuh pemimpin Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP), Qassim Al Rimi, Kamis (6/2/2020).

Pernyataan Trump ini disampaikan setelah pada Minggu (2/2/2020) AQAP mengklaim bertanggung jawab atas penembakan di Stasiun Udara Pangkalan Angkatan Laut (AL) AS Pensacola, Florida. 

Penembakan yang terjadi pada 6 Desember 2019 itu menewaskan tiga tentara dan melukai delapan lainnya. Pelakunya merupakan seorang tentara Angkatan Udara Arab Saudi, Mohammed Al Shamrani (21), yang tengah menjalani pendidikan di AS.

"(AS) Melakukan operasi kontraterorisme di Yaman yang berhasil membunuh Qassim Al Rimi, seorang pendiri dan pemimpin Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP)," kata Trump, dikutip dari AFP, Jumat (7/2/2020).

AQAP, dalam rekaman audio, mengaku bertanggung jawab atas penembakan di pangkalan militer Pensacola pada 6 Desember 2019.

AS menganggap AQAP sebagai cabang jihadis paling berbahaya di dunia.

"Di bawah Rimi, AQAP melakukan kekerasan tanpa belas kasih terhadap warga sipil di Yaman dan berusaha melakukan dan menginspirasi banyak serangan terhadap AS dan pasukan kami," kata Trump.

Kematian Rumi, lanjut dia, diyakini semakin melemahkan gerakan AQAP dan Al Qaeda global.

"Ini membawa kita lebih dekat untuk menghilangkan ancaman kelompok-kelompok tersebut terhadap keamanan nasional kita," ujarnya.

Lebih lanjut Trump menambahkan, kematian Rimi juga akan menghilangkan ancaman bagi kepentingan AS di kawasan, termasuk sekutu.

"Amerika Serikat, kepentingan kita, dan sekutu, lebih aman dengan kematiannya," kata Trump.

Namun dia tidak menjelaskan secara rinci tentang kondisi saat operasi pembunuhan berlangsung.
Pemimpin Al Qaeda Semenanjung Arab sebelumnya, Nasir Al Wuhayshi, juga dibunuh pada Juni 2015, sebagai bagian dari kampanye pasukan AS di Yaman.

Tahun berikutnya, pemimpin AQAP wilayah Jalal Belaidi atau Abu Hamza juga tewas dalam serangan drone juga di Yaman.

AS sebelum itu menawarkan hadiah 5 juta dolar AS bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi tentang Belaidi, sosok yang diduga terlibat merencanakan serangan bom terhadap pejabat diplomatik Barat di ibu kota Sanaa pada 2013.


Editor : Anton Suhartono