KTT ASEAN

Trump Tetap Akrab dengan Presiden Duterte meski Dikritik Aktivis HAM

Anton Suhartono ยท Senin, 13 November 2017 - 10:57 WIB
Trump Tetap Akrab dengan Presiden Duterte meski Dikritik Aktivis HAM

Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat pembukaan KTT ASEAN, Senin (13/11/2017) (Foto: AFP)

MANILA, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali bertatap muka dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Manila di pertemuan KTT ASEAN, Senin (13/11/2017).

Mereka berjabat tangan lalu mengobrol selama sekitar 30 detik sebelum pembukaaan KTT. Trump hadir beserta 18 kepala negara lainnya untuk pertemuan yang digelar selama dua hari itu.

Para aktivis hak asasi manusia (HAM) menyayangkan keputusan Trump yang mau bertemu dengan Duterte. Mereka meminta Trump tak hadir di pertemuan itu. Duterte dikritik banyak aktivis terkait cara ekstremnya dalam membasmi kejahatan narkoba.

Keduanya sudah bertemu dan duduk bersebelahan dalam acara jamuan pada Minggu 12 November malam dan mengobrol sejenak. Bahkan, Duterte menyanyikan sebuah lagu romantis di acara itu. Dengan suara pelan, dia mengatakan bahwa Trump-lah yang memintanya bernyanyi.

Hampir 4.000 orang tewas terkait dengan operasi narkoba sejak Duterte menjadi presiden pada tahun lalu. Dia tidak sungkan mengatakan bahwa pelaku kejahatan narkoba harus mati.

Saat disinggung bagaimana tanggapannya jika Trump mengangkat permasalahan ini saat bertemu dengannya, Duterte yakin mitranya itu tidak akan menyinggungnya.

"Saya yakin dia tidak akan membahasnya," kata Duterte, seperti dikutip dari AFP.

Langkan Duterte dalam memerangi kejahatan narkoba didukung banyak warga Filipina. Penanganan kejahatan narkoba di Filipina memang sudah seharusnya dilakukan dengan cara keras karena kejahatan ini sudah menggurita. Saat kampanye pemilihan presiden tahun lalu, pria berusia 72 tahun ini menjanjikan akan menumpas habis pelaku kejahatan narkoba, bahkan dua menyebut angka 10 ribu jiwa.


Editor : Anton Suhartono