Turis Kanada Tewas Terjatuh saat Lakukan Atraksi Zipline di Thailand

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 16 April 2019 - 15:41 WIB
Turis Kanada Tewas Terjatuh saat Lakukan Atraksi Zipline di Thailand

Ilustrasi kegiatan zipline.

BANGKOK, iNews.id - Seorang turis asal Kanada jatuh hingga tewas dari ketinggian sekitar 12 meter (39 kaki) saat sedang melakukan ziplining. Zipline merupakan kegiatan yang mirip dengan flying fox, namun dengan jarak dan ketinggian ekstrem.

Turis itu terjatuh di objek wisata populer di utara Thailand.

Menjadi rumah bagi kuil-kuil Buddha yang terkenal, hutan rimbun, dan air terjun yang indah; Chiang Mai merupakan tujuan wisata populer di utara Thailand. Lokasi ini menjadi alternatif bagi pengunjung yang ingin mencari wisata lain selain pantai Thailand.

Korban, pria berusia 25 tahun, ikut serta dalam Penerbangan Gibbon di Chiang Mai, sebuah kegiatan populer yang memungkinkan para wisatawan untuk melintasi hutan rimbun dengan menggunakan tali kekang.

"Dia jatuh hingga tewas dari zipline pada Sabtu," kata polisi Sakarin Wiratsaken dari distrik Mae On di Chiang Mai, seperti dilaporkan AFP, Selasa (16/4/2019).

Wiratsaken menyebut warga Kanada itu bepergian dengan istrinya.

"Insiden terjadi ketika pengait dan rel tali zipline di tubuhnya putus," kata dia.

Korban pun jatuh dari ketinggian 12 meter.

"Semua bukti akan dikirim ke kantor forensik," kata Sarakin, kepada AFP.

Hingga kini, ujar dia, belum ada seorang pun yang didakwa atas kecelakaan fatal itu.

Setelah insiden, lokasi tersebut ditutup dan saat ini sedang menunggu izin untuk dibuka kembali.

Thailand sebagian besar dianggap sebagai tujuan yang aman bagi wisatawan dan biasanya menarik lebih dari 35 juta pengunjung setiap tahun.

Namun, pariwisata negara itu merosot pada 2018 setelah sebuah feri yang membawa pengunjung China di Thailand selatan tenggelam pada Juli, menewaskan 47 orang.

Kecelakaan itu menyoroti lemahnya aturan keselamatan di sektor pariwisata, dan sejak saat ini pihak berwenang berusaha keras untuk mengubah citra negara.


Editor : Nathania Riris Michico