Twitter Hapus Akun Jenderal Myanmar Terkait Pembantaian Muslim Rohingya

Anton Suhartono ยท Jumat, 17 Mei 2019 - 16:26 WIB
Twitter Hapus Akun Jenderal Myanmar Terkait Pembantaian Muslim Rohingya

Min Aung Hlaing (foto: AFP)

YANGON, iNews.id - Twitter menghapus akun jenderal Myanmar, Min Aung Hlaing, terkait tuduhan keterlibatannya dalam pembasmian etnis muslim Rohingya.

Penghapusan dilakukan setelah muncul keluhan mengenai komandan angkatan bersenjata Myanmar itu yang memanfaatkan akun Twitter-nya untuk menyampaikan ujaran kebencian. Akunnya @sgminaunghlaing sudah tak ada lagi sejak pekan ini.

Presiden Organisasi Rohingya Burma Inggris, Tun Kinh, dikutip dari Reuters, Jumat (17/5/2019), memuji langkah Twitter tersebut dan menyebutnya sebagai kemenangan besar bagi Rohingya yang selama beberapa tahun mengalami penderitaan dibantai.

Penghapusan akun ini dilakukan setelah Tun bertemu pejabat Twitter di Silicon Valley pekan lalu. Dia mempertanyakan kepada para pejabat Twitter mengapa akun Min Aung Hlaing tetap aktif.

Akun Twitter Min memang tak digunakan lagi sejak setahun terakhir, namun penghapusannya dianggap sebagai isyarat penting.

Sejak Agustus 2017, lebih dari 700.000 muslim Rohingya meninggalkan Myanmar untuk eksodus ke Bangladesh, menghindari pembunuhan dan pemerkosaan.

Min membantah mengerahkan militer dalam kekerasan terhadap muslim Rohingya, namun data lembaga HAM internasional bahkan PBB mengindikasikan keterlibatan militer.

Sebelumnya akun Facebook Min juga dihapus, tepatnya pada Agustus 2018, setelah PBB menyerukan agar para pemimpin militer Myanmar diadili atas tuduhan genosida.

Dia menyebut orang-orang Rohingya sebagai 'Bengali' di media sosial, menyiratkan bahwa mereka merupakan imigran, bukan warga Myanmar asli.


Editor : Anton Suhartono