Uni Emirat Arab: Serangan Atas 2 Kapal Tanker di Teluk Oman Eskalasi Berbahaya

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 14 Juni 2019 - 15:36 WIB
Uni Emirat Arab: Serangan Atas 2 Kapal Tanker di Teluk Oman Eskalasi Berbahaya

Tanker Front Altair milik Norwegia diserang di perairan Teluk Oman. (FOTO: AFP)

ABU DHABI, iNews.id - Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan serangan terhadap dua kapal tanker di Laut Oman menandai adanya eskalasi berbahaya. Serangan itu terjadi hanya beberapa pekan setelah empat kapal diserang di pantai UEA.

"Serangan terhadap tanker di Teluk Oman merupakan perkembangan yang mengkhawatirkan dan eskalasi yang berbahaya," kata Menteri Negara UEA untuk Urusan Luar Negeri, Anwar Gargash, seperti dilaporkan AFP, Jumat (14/6/2019).

BACA JUGA: Iran Bantah Terlibat Dalam Serangan 2 Kapal Tanker di Teluk Oman

Gargash juga mengutuk serangan rudal pemberontak Yaman yang melukai 26 warga sipil di bandara di barat daya Arab Saudi pada Rabu (12/6).

"Serangan terang-terangan terhadap warga sipil merusak kerja politik PBB dan mengirim pesan kekerasan yang berlanjut dan permusuhan," cuitnya.

"Perkembangan ini harus memacu masyarakat internasional untuk bertindak menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan," ujar Gargash.

BACA JUGA: AS Rilis Video Pasukan Iran Pindahkan Ranjau dari Kapal Tanker di Teluk Oman

"Tanggung jawab untuk menghindari eskalasi adalah tanggung jawab bersama."

Kedua kapal tanker, satu milik Norwegia dan satu milik Jepang, terbakar di Teluk Oman di lepas pantai Iran pada Kamis (14/6/2019). Hal ini kian meningkatkan ketegangan di seluruh wilayah dan menyebabkan harga minyak dunia melonjak.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan ada bukti kuat bahwa Iran berada di balik insiden itu. Pompeo menyatakan hal itu setelah Komando Sentral AS merilis video yang menunjukkan Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan sebuah ranjau yang tidak meledak dari salah satu dari dua kapal tanker yang meledak di Teluk Oman.

BACA JUGA: Iran Curiga Kapal Tanker Jepang Diserang saat PM Shinzo Abe Kunjungi Teheran

Namun Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif membantah hal itu dan menuduh pemerintah AS menyabotase diplomasi.

Dia menuduh AS berusaha untuk "menyabotase diplomasi" saat Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengunjungi Iran dalam rangka meredakan ketegangan Iran-AS.


Editor : Nathania Riris Michico