Update Pesawat Airbus Jatuh di Pakistan, 11 Orang Tewas dan 1 Penumpang Dilaporkan Selamat

Anton Suhartono ยท Jumat, 22 Mei 2020 - 21:15 WIB
Update Pesawat Airbus Jatuh di Pakistan, 11 Orang Tewas dan 1 Penumpang Dilaporkan Selamat

Kerabat korban pesawat PIA yang jatuh di Karachi, Pakistan, mendatangi rumah sakit di Karachi (Foto: AFP)

KARACHI, iNews.id - Sedikitnya delapan warga yang rumahnya dihantam pesawat jatuh di Karachi, Pakistan, tewas dan 15 lainnya luka.

Pesawat Airbus A320 maskapai Pakistan International Airlines (PIA) dengan nomor penerbangan PK 8303 mengangkut 98 orang jatuh menimpa permukiman, Jumat (22/5/2020) sore, beberapa saat sebelum mendarat di Bandara Internasional Jinnah. Lokasi jatuh sekitar 3,2 kilometer dari bandara.

Direktur Pascasarjana Sekolah Kedokteran Jinnah Seemin Jamali mengatakan, rumah sakitnya menerima delapan jenazah dan 15 korban luka.

“Mereka semua orang yang berada di darat, tidak ada (korban) penumpang yang dibawa ke sini,” tuturnya, dikutip dari AFP.

Sementara itu dinas kesehatan provinsi menyebutkan, setidaknya 11 orang tewas dalam kecelakaan itu. Media lokal menyebutkan, seorang penumpang ditemukan masih hidup meskipun mengalami luka parah.

Jumlah pasti korban belum diketahui karena petugas masih mengumpulkan data dan mencocokkannya. Apalagi ada kemungkinan para korban di pesawat dan darat tercampur.

Warga sekitar mengatakan, dinding dan jenddela rumah berguncang kuat disusul dengan ledakan sangat keras. Pesawat terbang sangat rendah dan suaranya memicu getaran.

“Saya datang dari masjid dan lihat pesawat miring ke satu sisi. Suara mesinnya sangat aneh, sangat rendah sehingga dinding rumah bergetar,” kata saksi berusia 14 tahun, Hassan.

Warga lainnya, Mudassar Ali mendengar ledakan keras disertai teriakan agar memanggil pemadam kebakaran.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dalam cuitan mengungkapkan terkejut dan sedih mendengar kecelakaan ini. Dia sudah menghubungi bos PIA.

"Doa dan belasungkawa ditujukan kepada keluarga para korban meninggal," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono