Video saat Mandi Beredar di Situs Porno, Perempuan Ini Gugat Hotel

Anton Suhartono ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 06:26 WIB
Video saat Mandi Beredar di Situs Porno, Perempuan Ini Gugat Hotel

Ilustrasi (Foto: PA)

CHICAGO, iNews.id - Seorang perempuan asal Chicago, Amerika Serikat (AS), menggugat Hilton Worldwide sebesar 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,4 triliun. Saat itu, dia menginap untuk mengikuti ujian setelah lulus dari fakultas hukum sebuah kampus.

Dia direkam menggunakan kamera tersembunyi saat mandi di Hotel Hampton Inn and Suites di Albany, ibu kota Negara Bagian New York, pada Juli 2015. Rekaman video itu lalu diunggah di beberapa situs porno, lengkap dengan nama korban.

Perempuan yang tidak disebutkan identitasnya itu menggugat Hilton atas kelalaiannya sehingga menyebabkan "cedera psikologis yang parah dan permanen, penderitaan mental yang berat, tekanan emosional, dan gangguan lain."

Dalam dokumen gugatan setebal 19 halaman disebutkan, korban direkam dalam kondisi telanjang bulat.

Dia baru memperkarakan kasus ini setelah tiga tahun karena baru mengetahui video sedang mandinya beredar di internet pada September lalu. Awalnya, dia menerima email yang isinya berupa pertanyaan, "Ini benar Anda?" dengan menyertakan tautan ke video di situs porno.

Setelah itu orang yang mengirim email memeras dengan meminta uang agar videonya tak disebar. Korban juga diancam karena pelaku sudah mengetahui di mana dia berkuliah.

Pelaku meminta uang 2.000 dolar AS per bulan selama setahun. Karena tak dipenuhi, pelaku menurunkannya menjadi 1.000 dolar per bulan selama setahun.

 

Ancaman itu diabaikan korban, namun video serupa muncul semakin banyak di situs porno lain. Bahkan, video juga dikirim ke kolega dan teman kampus korban.

Hilton Worldwide, induk dari Hampton Inn, langsung merespons gugatan perempuan tersebut.

"Kami berupaya menjaga keamanan dan kenyamanan para tamu dengan sangat serius, dan menerima catatan detail dalam arsip sipil yang menyedihkan," kata juru bicara Hilton.

Lebih lanjut Hilton akan menindaklanjuti kasus ini serta bekerja sama dengan penegak hukum, termasuk mencari pelaku yang merekam aktivitas mandi tamu.

Juru bicara Hampton Inn juga terkejut mengetahui gugatan tersebut pada Senin malam. Manajemen menegaskan tidak ada alat perekam video apa pun ditemukan di kamar korban.

"Keamanan dan kenyamanan tamu merupakan prioritas tertinggi kami, dan kami dengan tegas tidak membenarkan segala bentuk pelanggaran privasi ini," kata Hampton Inn, dalam pernyataannya.

Disebutkan pula, baru-baru ini hotel direnovasi total. Selama proses itu, tidak ada alat perekam apa pun yang ditemukan.


Editor : Anton Suhartono