Viral, Ayah Hukum Anak Jalan Kaki 8 Km ke Sekolah karena Mem-Bully

Anton Suhartono ยท Sabtu, 08 Desember 2018 - 06:12 WIB
Viral, Ayah Hukum Anak Jalan Kaki 8 Km ke Sekolah karena Mem-Bully

Cuplikan anak 10 tahun dihukum jalan kaki ke sekolah 8 km di Ohio, AS (Foto: Facebook)

WASHINGTON, iNews.id - Tak ada toleransi meskipun dengan anak kandung sekalipun, seorang pria di Ohio, Amerika Serikat, menghukum anak perempuannya yang masih berusia 10 tahun dengan jalan kaki ke sekolah sejauh 8 kilometer.

Bukan hanya jaraknya yang jauh, sang anak juga harus menahan suhu ekstrem di pagi hari di musim dingin. Hal itu dilakukan karena anaknya mem-bully teman di bus dalam perjalanan ke sekolah.

Pria bernama Matt Cox itu ingin memberikan pelajaran kepada anaknya bahwa bullying tak bisa dibenarkan.

"Biar saya perjelas, bullying tidak bisa diterima, terutama di rumah tangga saya," kata Cox, dikutip dari Xinhua, Jumat (7/12/2018).

Namun Cox tak membiarkan begitu saja anaknya berjalan seorang diri. Dia mengawalnya dari belakang menggunakan mobil serta merekam menggunakan kamera video ponsel.

Video berisi seorang anak berjalan sendiri di pinggir jalan dengan suhu 2,2 derajat Celsius, diunggah ke Facebook, Senin (3/12/2018). Tak pelak, video ini menjadi viral.

Hingga Jumat, video itu sudah ditonton lebih dari 18 juta kali, dibagikan lebih dari 375.000 kali, dan mendapat 74.000 komentar.

Cox menjelaskan, anaknya dilarang naik bus karena mem-bully temannya. Ini sudah kedua kali dia melakukan tindakan serupa selama 2018.

"Saya tahu ada banyak dari Anda para orangtua yang tidak setuju dengan (hukuman) ini. Tapi tidak apa-apa, karena saya melakukan apa yang menurut saya benar untuk memberikan pelajaran dan menghentikannya dari mem-bully," kata Cox, dalam penjelasannya.

Namun ternyata banyak orang yang setuju dengan tindakan Cox.

"Saya rasa banyak anak-anak yang tidak belajar apa pun dengan (hanya) 'membahasnya'. Kadang-kadang tindakan bisa berbicara lebih keras daripada kata-kata, seperti yang juga saya dapati," tulis seorang warganet.


Editor : Anton Suhartono