Wow, China Pangkas Penerimaan Pajak Rp3.900 Triliun karena Pandemi Covid-19

Antara ยท Kamis, 08 Oktober 2020 - 14:18 WIB
Wow, China Pangkas Penerimaan Pajak Rp3.900 Triliun karena Pandemi Covid-19

Presiden China, Xi Jinping. (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id – Nilai pemotongan pajak di China selama periode Januari-Agustus 2020 telah mencapai 1,88 triliun yuan. Nilai itu mencapai sekitar Rp3.900 triliun untuk kurs saat ini dan melebihi nilai APBN Indonesia 2020.

Menurut Badan Perpajakan Nasional China, kebijakan yang diluncurkan untuk mendukung pembangunan ekonomi dan pemulihan Covid-19 itu bisa menghemat perekonomian masyarakat hingga 1,77 triliun yuan (sekira Rp3.800 triliun) untuk tahun ini. Apalagi, tahun sebelumnya Pemerintah China juga telah memberlakukan kebijakan pemotongan pajak berskala besar yang nilainya mencapai 706,2 miliar yuan.

Kebijakan tersebut telah meningkatkan vitalitas pasar dan mencapai hasil yang luar biasa, demikian dinyatakan Cai Zili, pejabat Badan Perpajakan Nasional China. Dia menyebutkan, selama Januari-Agustus sekitar 92 persen dari 50 juta wajib pajak usaha kecil di negaranya telah dibebaskan dari pengenaan pajak pertambahan nilai (PPn).

Sementara 8 persen sisanya, mendapatkan pemotongan PPn dari tiga persen menjadi satu persen. Hubei menjadi provinsi yang paling banyak mendapatkan manfaat kebijakan tersebut karena wilayah tengah China itulah yang paling parah terkena serangan Covid-19.

Kebijakan tersebut juga mengurangi biaya ketenagakerjaan, namun stabilitas karyawan tetap terjaga, ujar Cai. Selain itu, belanja peralatan dan jasa teknologi oleh 330.000 unit perusahaan yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan selama periode Januari-Agustus juga naik 24 persen berkat kebijakan tersebut.

Sejak pandemi Covid-19 merebak, China telah meluncurkan berbagai kebijakan pajak untuk meringankan beban entitas pasar.

Editor : Ahmad Islamy Jamil