Xi Jinping Dukung Penuh Pertemuan Kedua Trump dan Kim Jong Un

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 09:39 WIB
Xi Jinping Dukung Penuh Pertemuan Kedua Trump dan Kim Jong Un

Presiden China Xi Jinping (kanan) dan pemimpin Korut Kim Jong Un. (Foto: AP Photo/Ju Peng)

BEIJING, iNews.id - Presiden China Xi Jinping memberi dukungan kepada pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un terkait rencana pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Xi berharap pertemuan itu melahirkan solusi setelah pembicaraan nuklir AS-Korut menemui jalan buntu.

Kim mengunjungi Beijing dengan kereta pekan ini selama dua hari untuk berunding dengan Xi, yang dianggap sebagai strategi menjelang pertemuan puncak keduanya dengan Trump.

Pada pertemuan pertama mereka di Singapura pada Juni lalu, Kim dan Trump menandatangani dokumen dengan pernyataan samar bahwa Korut berjanji bekerja menuju denuklirisasi di semenanjung Korea.

Namun belum ada kemajuan berarti setelah pertemuan itu.

Korut ingin dibebaskan dari sejumlah sanksi yang dijatuhkan AS atas negara itu terkait program senjata nuklir dan rudal balistiknya, sementara AS ingin tetap ada sanksi hingga Korut benar-benar melakukan denuklirisasi secara penuh -sesuatu yang tidak pernah dijanjikan oelh Korut di hadapan publik.

"China juga ingin sanksi itu reda dan Presiden Xi berharap DPRK dan Amerika Serikat akan bertemu di tengah jalan," demikian laproan kantor berita negara China, Xinhua, menggunakan inisial nama resmi Korut, Kamis (10/1/2019).

"Dia sangat memuji langkah-langkah positif yang diambil oleh pihak DPRK", demikian tambah laporan itu.

Baca juga: Kereta Kim Jong Un Tinggalkan China, Apa Saja Hasil Kunjungannya?

Korut melakukan enam kali uji coba nuklir dan meluncurkan rudal yang mampu mencapai seluruh daratan AS. Namun mereka tidak melakukan uji cova selama lebih dari setahun dan telah membongkar situs serta fasilitas uji coba nuklir yang katanya tidak diperlukan lagi.

Kim sebelumnya mengatakan negaranya sudah menyelesaikan pengembangan persenjataan nuklir. Korut juga menolak tuntutan untuk apa yang disebutnya pelucutan senjata "sepihak" sebagai tindakan "mirip gangster".

China merupakan satu-satunya sekutu besar Korut, pendukung diplomatik utama dan mitra dagang utama, yang pasukannya berperan selama Perang Korea 1950-1953.

Hubungan antara China dan Korut memburuk dalam beberapa tahun terakhir lantaran aktifitas nuklir Korut. Namun hubungan kedua menghangat, dengan Kim bertemu Xi tiga kali selama 2018 untuk memberikan penghormatan sekaligus dan memperbaiki hubungan.

Baca juga: Naik Kereta, Kim Jong Un ke China Lagi

Kantor berita resmi Korut, KCNA, melaporkan Xi memberi dukungan kuat atas posisi Korut.

"Xi Jinping mengatakan bahwa masalah sah yang diangkat oleh DPRK adalah tuntutan yang sah dan bahwa dia sepenuhnya setuju bahwa kepentingan wajar DPRK harus diselesaikan secara adil," katanya, merujuk pada kebuntuan dalam hubungan AS-Korut.

Sementara itu, Xinhua juga menyebut Xi menegaskan kembali pentingnya China dalam proses diplomatik di sekitar semenanjung Korea.

"China siap untuk memainkan peran positif dan konstruktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dan mewujudkan denuklirisasi di semenanjung itu serta perdamaian dan stabilitas abadi di daerah," lapor Xinhua.

"Ada peluang bersejarah yang langka untuk penyelesaian politik di semenanjung dan China mendukung DPRK dan Amerika Serikat mengadakan pertemuan puncak dan mencapai hasil."

Baca juga: Lewat Pidato Tahun Baru, Kim Jong Un Kembali Ancam Donald Trump


Editor : Nathania Riris Michico