Xi Jinping Kunjungi Italia, Ajak Gabung Proyek 'Jalan Sutera' China

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 22 Maret 2019 - 09:27 WIB
Xi Jinping Kunjungi Italia, Ajak Gabung Proyek 'Jalan Sutera' China

Presiden China Xi Jinping dan ibu negara Peng Liyuan tiba di bandara Fiumicino, Italia, dalam perjalanan menuju Roma, Kamis (21/3). (FOTO: REUTERS)

ROMA, iNews.id - Presiden China Xi Jinping mengunjungi Roma Kamis (21/3). Lawatan itu ditujukan untuk menjadikan Italia sebagai negara demokrasi barat pertama yang ikut dalam proyek Jalan Sutera China yang kini dikenal sebagai "Belt and Road Infrastructure".

Perdana Menteri (PM) Italia Giuseppe Conte akan menandatangani Memorandum of Understanding tentang ikutnya Italia dalam proyek tersebut, meski ada keberatan dari Amerika Serikat (AS) dan keprihatinan dalam pemerintahan koalisi bahwa perjanjian itu akan memperbesar pengaruh politik China di Eropa dan dunia Barat.

Kunjungan Xi Jinping itu merupakan undangan dari Presiden Italia Sergio Mattarella, yang bertujuan memperluas hubungan dagang dan kebudayaan.

PM Conte bahkan mengatakan, Italia bisa memainkan peran dalam mengurangi ketegangan perdagangan antara AS dan China.

"Kedua negara kita akan memanfaatkan hubungan kebudayaan dan historis yang sudah dibina sejak adanya Jalan Sutera dulu,” kata Xi Jinping, seperti dikutip harian Corriere Della Sera, Jumat (22/3/2019).

Bergabungnya Italia dalam proyek Belt and Road China itu akan membuka jalan darat dan jalur laut yang menghubungkan China dan Eropa, dan akan diikuti oleh sekitar 60 negara Asia, Afrika, dan Eropa.

PM Conte membantah keprihatinan bahwa ikutnya Italia dalam proyek China itu akan mengganggu hubungan strategisnya dengan Eropa dan AS.

Menurut Conte, fokus Italia dalam hal ini hanyalah mengembangkan dan memperluas hubungan komersial dengan China.

Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump mengecam perjanjian itu dan mengatakan pihak yang diuntungkan adalah China.

Sekutu-sekutu Italia di Eropa tidak mau ikut dalam proyek Belt and Road, karena proyek itu dianggap tidak transparan dan tidak memiliki standar dalam pembiayaannya.

Kendati rinciannya belum diumumkan, proyek itu termasuk kerjasama dan penanaman modal di pelabuhan Genoa dan Trieste, Italia Utara, serta pembangunan jalan raya, jalan kereta api, bandara, dan fasilitas telekomunikasi.

Pejabat Italia menyebut perluasan jaringan komunikasi China yang menggunakan teknologi 5G tidak termasuk dalam memorandum pembangunan proyek Jalan Sutera baru itu.

AS khawatir bahwa jaringan 5G China akan dimanfaatkan oleh pemerintah mereka untuk tujuan mata-mata, dan isu ini menjadi sumber ketegangan utama antara AS dan China.

Editor : Nathania Riris Michico