Yoshihide Suga Pimpin LDP, Kans untuk Jadi PM Jepang Semakin Kuat

Ahmad Islamy Jamil ยท Senin, 14 September 2020 - 14:46 WIB
Yoshihide Suga Pimpin LDP, Kans untuk Jadi PM Jepang Semakin Kuat

Politikus LDP, Yoshihide Suga. (Foto: AFP)

TOKYO, iNews.id – Partai Demokrat Liberal (LDP) hari ini memilih Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, sebagai pemimpin baru mereka. Hasil tersebut membuat pria kelahiran 1948 itu semakin punya kans kuat untuk menggantikan Shinzo Abe sebagai perdana menteri berikutnya di negeri sakura.

Suga dengan mudah memenangkan pemungutan suara, meraup 377 dari total 534 suara dari anggota parlemen dan perwakilan regional LDP. Sementara, perolehan suara kedua pesaingnya di partai berkuasa Jepang itu, yakni mantan Menteri Pertahanan Shigeru Ishiba dan Kepala Kebijakan LDP Fumio Kishida, tertinggal jauh.

Mengingat LDP adalah mayoritas di Parlemen Jepang, Suga diperkirakan akan dengan mudah memenangkan pemungutan suara parlemen Rabu dan menjadi perdana menteri baru, menggantikan Abe, yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Seorang penasihat dan juru bicara Pemerintah Jepang mengatakan, Suga yang berusia 71 tahun itu dipandang menjanjikan stabilitas dan kelanjutan dari kebijakan Abe sebelumnya. Suga secara khusus juga mengatakan, pencalonannya dimotivasi oleh keinginan untuk melanjutkan program-program perdana menteri yang akan diluncurkan nanti.

Ishiba, yang sosoknya populer di kalangan rakyat Jepang, ternyata tidak begitu populer di internal partainya sendiri. Mantan menhan Jepang itu hanya memenangkan 68 suara, sedangkan Kishida—yang pernah dianggap sebagai penerus favorit Abe— hanya meraih 89 suara.

Terlahir sebagai putra seorang petani stroberi, Suga dibesarkan di wilayah utara Akita, Jepang. Masalah daerah pedesaan di negeri samurai yang saat ini menderita depopulasi, menjadi perhatian utamanya.

Akan tetapi, tidak banyak yang diketahui tentang ideologi Suga secara personal. Namun, dia dikenal sebagai anggota LDP yang loyal.

Sebagai perdana menteri, ia akan menghadapi serangkaian tantangan berat, termasuk mengatasi virus corona dan memperbaiki ekonomi terbesar ketiga di dunia, yang berada dalam resesi bahkan sejak sebelum pandemi.

Editor : Ahmad Islamy Jamil