13 Preman Tarik Tarif Parkir Rp25.000 Ditangkap Polisi, 6 Terbukti Konsumsi Narkoba

Irfan Ma'ruf · Selasa, 21 Januari 2020 - 10:12 WIB
13 Preman Tarik Tarif Parkir Rp25.000 Ditangkap Polisi, 6 Terbukti Konsumsi Narkoba

Ilustrasi preman. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 13 preman di kawasan Taman Ismain Marzuki (TIM) dan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat ditangkap polisi. Para preman diketahui sering membuat resah warga dengan meminta tarif parkir hingga mencapai Rp25.000 untuk kebutuhan mengonsumsi narkoba.

Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng, Kompol Gozali Luhuloma mengatakan, setelah ditangkap dan dilakukan tes urine, enam dari 13 preman terbukti mengonsumsi narkoba. Namun, polisi tidak menemukan barang bukti yang digunakan para preman tersebut.

BACA JUGA:

Polisi Tangkap Gerombolan Preman Bersenjata Api di Jelambar Jakarta Barat

Belasan Preman di Kawasan Gambir Ditangkap Polisi

Polisi Tangkap 30 Preman yang Kerap Lakukan Pungli Sopir Dum Truk di Jakbar

Para preman tersebut diduga akan membuat keonaran dengan mengganggu warga usai mengonsumsi narkoba. Bahkan, mereka tak segan-segan menggunakan kekerasan.

"Mereka ini meresahkan dan pakai narkoba ada enam pakai narkoba. Ada sabu, ada ganja, ada psikotropika dan obat penenang. Ini yang mengkhawatirkan karena pidana kekerasan bisa bermula dari pemakaian narkoba," kata Gozali saat dikonfirmasi, Senin (21/1/2020).

Para preman tersebut, dia mengungkapkan, kebanyakan berprofesi sebagai tukang parkir. Mereka akan kesal jika warga hanya membayar parkir dengan tarif kecil semisal Rp2.000. Biasanya mereka mematok Rp20.000-Rp25.000. Uang dari hasil menarik parkir ini kemudian dipakai untuk membeli narkoba.

"Merasahkan warga kalau parkir ada tarif wajar dipatok sampai Rp20.000 sama Rp25.000. Makanyaa itu kami tangkap. Aksinya dilakukan sendiri dan keuntungan dari hasil itu bisa untuk yang lain (narkoba)," ujar Gozali.

Sedangkan preman lainnya yang tidak terbukti mengonsumsi narkoba dibebaskan. Mereka dibebaskan setelah membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Sementara mereka yang terbukti mengonsumsi narkoba akan direhabilitasi lantaran tak ditemukannya barang bukti saat ditangkap. Gozali meminta warga yang merasa dirugikan dapat melapor ke polisi untuk ditindaklanjuti.


Editor : Djibril Muhammad