Alasan Anies Perpanjang PSBB di Jakarta hingga 16 Juli 2020

Riezky Maulana ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 16:45 WIB
Alasan Anies Perpanjang PSBB di Jakarta hingga 16 Juli 2020

Sebaran zona merah virus corona atau Covid-19 di DKI Jakarta. (Foto: Pemprov DKI Jakarta).

JAKARTA, iNews.id - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diperpanjang hingga 16 Juli 2020. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan alasan PSBB dilanjutkan karena masih ada pasien positif Covid-19.

Anies menyebut kasus positif ditemukan karena kinerja jajarannya di tingkat puskesmas yang terus memantau masyarakat.

"Memang satu active case finding di Jakarta itu amat tinggi. Jadi jumlah kasus positif yang ditemukan bukan dari pasien di RS atau orang yang datang ke rumah sakit ksrena ada keluhan, tapi mayoritas di dapat lewat puskesmas yang secara aktif mendatangi komunitas dan orang-orang probabilitas tetular. Karena itula kita bisa katakan bawahnya masih ada," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Anies mengatakan tingkat penularan di DKI Jakarta sudah di bawah lima persen yang dinilai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah aman. Namun dia tetap ingin masyarakat terus waspada.

Dalam standar WHO itu aman, tetapi bukan bersrti kita ini sudah bebas dan angka reproduction di jakarta masih berkisar satu. Belum turun sampai ke angka yang lebih aman. Masih sama dengan angka di bulam yang lalu. Karena itulah kita merasa lebih bertanggunjawab kalau kalau teruskan ini, karena keselamatan nomor satu," kata Anies.

Selain itu, Anies menegaskan bekerja bukan untuk menurunkan angka pasien positif dengan menurunkan pemeriksaan. Dia berjanji akan tetap bekerja untuk menekan wabah yang sudah tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

"Karena kan kalau mau menurunkan garis, ngurangin testing, nanti garismya akan turun itu pasti. Tapi wabahnya tidak turun. Tujuan kia bukan menurunkan garis tetapi tujuan kita mengendalikan wabahnya. Jadi bagi kami lebih baik ditinkankan aktivitas testingnya, menjangkau pribadi-pribadi yang tanpa gejala tapi positif dan diisolasi, dari pada kita membiarkan dengan mengurangi testing," katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq