Anies: Limbah Pek Pertamina Buat Ikan Mati di Keramba

Wildan Catra Mulia ยท Jumat, 09 Agustus 2019 - 19:58 WIB
Anies: Limbah Pek Pertamina Buat Ikan Mati di Keramba

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: iNews.id/Dok.)

JAKARTA, iNews.id – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menanggapi masalah tumpahan minyak atau pek yang mencemari perairan di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Limbah itu diduga berasal dari kebocoran pipa PT Pertamina (Persero) di Karawang, Jawa Barat.

Anies menyebut saat ini pengendalian pulau-pulau yang tercemar sudah ditangani oleh tim yang lebih profesional. Sebelumnya penanganan limbah tersebut hanya ditangani oleh petugas prasarana dan sarana umum (PPSU) atau pasukan oranye dan petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (LH).

“Sejauh ini, laporan tentang pengendalian limpahan minyak dari oil spill berjalan dengan baik. Tim dari Pertamina bergerak cepat, sesudah pertemuan Jumat (2/8) lalu, sorenya bergerak dan dengan begitu penanganan di tepi pantai enggak lagi dikelola petugas pantai yang tidak punya pengalaman mengelola oil spill seperti ini, dan berjalan baik,” katanya di Balai Kota Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Anies juga mengaku saat ini kondisi limbah minyak tersebut sudah merusak lingkungan dan menyebabkan kematian ikan-ikan milik nelayan yang berada di dalam keramba. Namun, dia belum bisa membeberkan mengenai detail kerugian yang dialami akibat musibah tersebut.

“Yang enggak kalah penting nelayan. Nanti saya cek data terbarunya, mereka (nelayan) dengan Pak Bupati (Bupati Kepulauan Seribu, Husen Murad) ketemu nelayan bicarain konsekuensi ekonomis yang dialami oleh nelayan, karena ikan-ikan mati di keramba. Kawasan tempat melaut bisa terganggu, nanti finalnya saya kabarin,” ujar Anies.

Mengenai langkah hukum terhadap kejadian ini, Anies belum memikirkannya karena masih perlu meninjau lebih jauh lagi. “Kita akan lihat (perkembangannya nanti),” tutur mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu.

Limbah minyak mencemari laut di Kepulauan Seribu diduga muncul akibat kebocoran dan gelembung gas di sekitar anjungan lepas pantai YYA, Blok Minyak dan Gas Offshore North West Java (ONWJ) PT Pertamina dari Pantai Utara Jawa, Kerawang, Jawa Barat. Limbah itu telah mencemari sedikitnya perairan di lima pulau yakni Pulau Untung Jawa, Pulau Ayer, Pulau Bidadari, Pulau Kelor, dan Pulau Rambut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil