Anies: Penentuan Tarif MRT Jangan karena Mau Pemilu 17 April

Wildan Catra Mulia ยท Selasa, 26 Maret 2019 - 12:42 WIB
Anies: Penentuan Tarif MRT Jangan karena Mau Pemilu 17 April

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id – Gubernur Anies Rasyid Baswedan meminta para anggota DPRD DKI Jakarta untuk tidak memutuskan besaran tarif Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta hanya karena ingin meraup simpati masyarakat menjelang pemilihan umum (pemilu). Hal itu dia nyatakan karena tidak setuju dengan hasil rapat pimpinan gabungan (rapimgab) DPRD yang memutuskan tarif rata-rata MRT sebesar Rp8.500 per penumpang.

“Karena itu, jangan menentukan harga (tarif MRT) mikir 17 April (pemilu), jangan. Jangan menentukan harga mikir kepuasan hari ini. Ini menentukan harga untuk moda transportasi umum terpadu jangka panjang,” kata Anies di Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Menurut mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu, penetuan harga tiket transportasi umum terpadu harus mempertimbangkan kepentingan bersama untuk jangka waktu yang panjang serta berbagai aspek lainnya. Salah satu contohnya adalah tarif Transjakarta sebesar Rp3.500 per penumpang yang tidak pernah berubah sejak 2004.

Anies berpendapat, keputusan yang diambil pemerintah kali ini bakal menentukan kebijakan hingga puluhan tahun berikutnya. “Ada asumsi namanya non-farebox revenue (penghasilan di luar penjualan tiket) dan bagaimana nanti kita mengembangkan fasilitas transportasi umum ini untuk pengembangannya membutuhkan investasi dalam jangka panjang. Karena itu, harga yang ditentukan hari ini akan menentukan harga puluhan tahun ke depan,” tuturnya.

Anies mengatakan, Pemprov DKI Jakarta bakal menyelesaikan permasalahan harga besaran tarif MRT dan LRT sebelum pengoperasian Kereta Ratangga diberlakukan secara komersial pada 1 April nanti. “Enggak, itu dewan (DPRD) sudah memutuskan kemarin. Tapi keputusannya (bersama Pemprov DKI) kan nanti, belum sekarang,” ucapnya.

BACA JUGA:

DPRD DKI Putuskan Tarif Rata-Rata MRT Rp8.500 dan LRT Rp5.000

Soal Tarif MRT Rp8.500, Pemprov DKI Belum Sepakat dengan DPRD

Rapimgab pembahasan besaran tarif MRT dan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta oleh DPRD DKI pada Senin (25/3/2019) sore menghasilkan satu keputusan. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi yang memimpin rapimgab menyatakan, tarif rata-rata MRT diputuskan sebesar Rp8.500 dan LRT Rp5.000.

“Berdasarkan rapat hari ini, pertama adalah tiket MRT Rp8.500 dan LRT Rp5.000, rata-rata,” ucap Prasetyo seraya mengetuk palu sidang tanda persetujuan.

Kesimpulan tersebut diambil DPRD berdasarkan usulan-usulan yang datang dari berbagai pihak, antara lain Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), BUMD, dan komisi B dan C DPRD. “Saya dapat usulan dari BUMD nih, ada Rp8.500 dan ada Rp10.000. Begitu juga LRT ada Rp5.000 dan ada Rp7.000,” ungkapnya.

Sementara, Pemprov DKI mengusulkan tarif maksimal MRT sebesar Rp14.000 dari Lebak Bulus sampai ke Bundaran HI. “Kita berangkat dari Lebak Bulus lalu turun di Cipete, maka itu tarifnya adalah Rp5.000. Jika berangkat dari Lebak Bulus dan turun di Senayan Rp10.000. Kita naik dari Lebak Bulus turun di bundaran HI Rp14.000,” kata Sekda Provinsi DKI Jakarta, Saefullah, dalam rapat yang sama.


Editor : Ahmad Islamy Jamil