Atasi Kemacetan di Wilayah Bogor Barat, Jam Operasional Truk Tambang Bakal Diatur

Putra Ramadhani Astyawan ยท Rabu, 22 Desember 2021 - 21:40:00 WIB
Atasi Kemacetan di Wilayah Bogor Barat, Jam Operasional Truk Tambang Bakal Diatur
Bupati Bogor Ade Yasin akan mengatur jadwal lalu lintas truk tambang (Foto: Pemkab Bogor)

BOGOR, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan mengeluarkan aturan untuk mengatur jam operasional truk tambang di wilayah Bogor Barat. Hal itu sebagai upaya dalam mengatasi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan pengaturan jam operasional truk tambang itu merupakan solusi untuk jangka pendek. Dia meminta kepada Sekertaris Daerah merumuskan Peraturan Bupati (Perbup) berkaitan dengan pembatasan jam operasional truk tambang. 

"Ketika tidak ada kegiatan pergerakan manusia mereka baru boleh beroperasi, malam hari dari pukul 20.00 WIB sampai pukul 05.00 pagi. Ketika pagi banyak kegiatan sekolah dan lain-lain mereka harus stop dulu," kata Ade Yasin, dalam Rapat Penanganan Kemacetan Wilayah Bogor Barat, di Ruang Rapat I Setda, Selasa (21/12/2021).

Kemudian, solusi jangka pendek lainnya yakni penempatan petugas Dalops di beberapa titik kemacetan untuk membantu mengurai kendaraan. Termasuk jalur-jalur alternatif yang sekiranya menyumbang kemacetan juga harus ditinjau ulang.

Selanjutnya, lanjut Ade Yasin, untuk solusi jangka menengah Pemkab Bogor akan banyak memperbaiki jalan rusak. Untuk jalan kabupaten, pihaknya sudah meminta PUPR untuk inventarisir jalan rusak juga jalan provinsi dan nasional untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangannya masing-masing.

"Jadi saya sudah inventarisir mana saja yang harus diperbaiki, karena itu juga jadi salah satu sumber kemacetan termasuk rambu-rambu lalu lintas di titik mana saja yang harus ditambah dan titik mana yang tidak manfaat akan kita non aktifkan. Kami juga akan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan IPB apakah bulatan di depan kampus itu bisa dipangkas sehingga bisa langsung lurus saja," katanya.

Jangka panjangnya, yakni berencana membuka jalur Ciampea-Rancabungur. Pemkab Bogor masih akan mengkaji rencana itu apakah biayanya lebih murah ketimbang membebaskan untuk jalan baru.

"Pengerjaannya harus bertahap sebab anggarannya juga terbatas, sama halnya seperti jalan Bojong-Kemang juga bertahap, lama-lama juga jadi, kalau tidak mulai, kapan kita mulai," tutur Ade Yasin.

Di samping solusi tersebut, berkaitan tata ruang pihak sedang mengajukan dan meminta petunjuk kepada Kementerian ATR/BPN untuk juga perubahan RTRW agar saling suport. Sedangkan mengenai Perbup pembatasan jam operasional truk tambang, yang diatur hanya jalan-jalan Kabupaten Bogor.

"Tanggerang saja bisa, jalan mereka tidak dilewati," tuturnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Bagikan Artikel: