Banjir Mulai Surut, 30 KK di DKI Jakarta Masih Mengungsi

Irfan Ma'ruf ยท Selasa, 22 September 2020 - 13:18 WIB
Banjir Mulai Surut, 30 KK di DKI Jakarta Masih Mengungsi

Petugas melakukan penyedotan genangan menggunakan pompa air mobile di Jalan Jakarta Utara. (Foto: SINDOnews/Wahyu Budi Santoso)

JAKARTA, iNews.id - Banjir sudah mulai surut di beberapa wilayah di DKI Jakarta. Namun sebagian warga masih mengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melaporkan 30 kepala keluarga (KK) atau 104 orang terpaksa mengungsi, Selasa (22/9/2020) pukul 11.00 WIB.

"Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi DKI Jakarta terus melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan evakuasi dan tindakan yang dianggap perlu," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, Selasa.

Banjir, menurut Raditya, dipicu oleh intensitas hujan tinggi dan kiriman dari pintu air Katulampa. Banjir berdampak di sejumlah wilayah meliputi Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Utara, Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Selatan dan Kota Jakarta Utara.

Rincian warga yang masih mengungsi yakni 5 KK/15 jiwa mengungsi di Musala Riyadhul Saadah di Jakarta Barat. Selanjutnya di 25 KK/89 jiwa mengungsi di 4 titik masing-masing, PT. Delta Laras Wisata RW 07 Kelurahan Rawajati, Puskesmas Rawajati 2 RW 07, Halaman Rumah Dinas RW 07 Kelurahan Rawajati dan Rusunawa Pengadegan di Kelurahan Pengadegan Jakarta Selatan.

Raditya mengatakan hujan akan mengguyur DKI Jakarta, Rabu (23/9/2020). Adapun sejumlah wilayah dengan prakiraan cuaca hujan ringan hingga sedang meliputi Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan dan Tebet di Jakarta Selatan.

Kemudian Cengkareng, Kalideres, Kebon Jeruk dan Kembangan di Jakarta Barat.

Selanjutnya Cipayung, Ciracas, Duren Sawit, Jatinegara, Kramat Jati, Makasar dan Pasar Rebo di Jakarta Timur.

"Sedangkan untuk Jakarta Pusat dan Jakarta Utara diperkirakan bahwa kondisi cuaca cerah, cerah berawan dan berawan," kata Raditya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq