Cerita Warga Matraman Panik ketika Dengar Teriakan Kebakaran

Irfan Ma'ruf ยท Rabu, 10 Juli 2019 - 17:45 WIB
Cerita Warga Matraman Panik ketika Dengar Teriakan Kebakaran

Korban kebakaran di kawasan Kelurahan Bali Matraman mengungsi di Sekolah Dasar (SD) 05 Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2019). (Foto: iNews.id/ Irfan Maruf).

JAKARTA, iNews.id - Korban kebakaran di kawasan Jalan Lebak Swadaya I RT 12/RW 07, Kelurahan Bali Matraman, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2019) mengungsi di Sekolah Dasar (SD) 05 Manggarai. Mereka tinggal sementara dengan perlengkapan seadanya.

Uci, salah satu pengungsi berusia 30 tahun menceritakan dia mengetahui ada kebakaran pukul 10.00 WIB. Saat menemani anaknya tidur dia mendengar tetangga rumah teriak kebakaran.

"Tiba-tiba ada tetangga teriak ada kebarakaran. Seketika saya fokus menggendong anak saya keluar gang rumah," ujar Uci sambil mengipas anaknya, di lokasi pengungsian, Rabu (10/7/2019).

Selain menggendong anak, dia juga mengajak neneknya untuk menyelamatkan diri. Spontan neneknya berinisiatif mengamankan sejumlah berkas penting milik satu keluarga. "Nenek juga bisa mengambil TV," katanya.

BACA JUGA:

Petugas Damkar Pastikan Tak Ada Titik Api di Lokasi Kebakaran Matraman

Kebakaran di Kampung Bali Matraman, Damkar yang Diterjunkan Bertambah Jadi 27

Sebelumnya petugas pemadam kebakaran (damkar) sempat kesulitan memadamkan api. Selain lokasi padat penduduk, banyak home industri seperti konfeksi menjadi faktor utama api sulit dipadamkan.

Tumpukan kain dari konfeksi menyebabkan api lebih lama menyala dan membesar. Kemudian jarak yang jauh antara lokasi kebakaran dengan sumber air juga menyulitkan petugas.

Api berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama lebih dari tiga jam. Sebanyak 29 unit mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi.


Editor : Kurnia Illahi