Dishub DKI Bakal Kaji Regulasi Penyewaan Skuter Listrik di Ibu Kota

Wildan Catra Mulia ยท Kamis, 14 November 2019 - 09:57 WIB
Dishub DKI Bakal Kaji Regulasi Penyewaan Skuter Listrik di Ibu Kota

Pengguna skuter listrik di Ibu Kota Jakarta (ilustrasi). (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.idPemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) saat ini tengah menggodok aturan penggunaan skuter listrik atau e-scooter (otoped) di ruas jalan Ibu Kota. Pasalnya, penggunaan kendaraan bertenaga listrik itu belum lama ini memakan korban.

Salah satu pengguna otoped yang meninggal itu adalah Wisnu (19). Pemuda itu tewas ditabrak mobil Toyota Camry di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (10/11/2019) lalu pukul 03.29 WIB.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya akan mengkaji jam penyewaan skuter listrik di Ibu Kota. Pihaknya juga bakal membuat regulasi dan sosialisasi mengenai penggunaan kendaraan tersebut.

“Kami sedang kaji untuk penggunaan di malam hari. Kami berharap e-scooter ini bisa menjadi first dan last milenya masyarakat dalam menggunakan transportasi umum,” ujar Syafrin ketika dihubungi wartawan, Kamis (14/11/2019).

BACA JUGA: Dilintasi Pengemudi Skuter Listrik, 3 JPO di Kawasan Sudirman Rusak

“Kami harapkan orang turun di stasiun, halte, kemudian melanjutkan ke tujuan dengan e-scooter tapi tetap menggunakan jalur sepeda. Pada saat menyebrang di JPO dia tidak dikemudikan, tapi dituntun,” ucapnya melanjutkan.

Syafrin menuturkan, dalam aturannya nanti, jam penyewaan skuter listrik akan sejalan dengan jam operasional angkutan umum di Jakarta, yakni dari pukul 05.00 hingga 23.00 WIB. “Untuk jam operasi yang kami kaji sekarang, kita inline dengan sistem angkutan umum massal yang beroperasi, seperti Transjakarta atau MRT. Kami harapkan, setelah jam 11 malam, operator e-scooter tidak lagi menyewakan itu,” katanya.

Menurut dia, aturan tersebut dikeluarkan semata-mata untuk melindungi masyarakat. Apalagi, kata Syafrin, pada malam hari tak sedikit pengendara, baik roda dua maupun roda empat, memacu kendaraan mereka dengan kecepatan tinggi.

“Sehingga, aspek keselamatan masyarakat itu yang utama. Kita pahami, begitu jalanan sepi tengah malam, pengguna melihat jalanan sepi akhirnya dia menjadi lalai dan terjadilah tabrakan,” tuturnya.


Editor : Ahmad Islamy Jamil